Palembang, Sumselupdate.com – Sebanyak 230 guru dari jenjang SD sampai SMA yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Palembang mendapat pembekalan Haji di Masjid Raya Taqwa, yang beradi Jalan Talang Kerangga Palembang.
Terpaksa, kepergian menunaikan ibadah haji mereka bertepatan dengan mulainya tahun ajaran baru dan mulai beraktifitas belajar mengajar.
Meski begitu, Kasi Guru dan Tenaga Pengajar (GTP) Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang, Haris Basid mengatakan, hal tersebut tidak akan pembelajaran di sekolah yang ditinggalkan. Pasalnya, hal tersebut sudah diantisipasi dan ditutupi oleh guru pengganti.
“Keberangkatan tidak akan mengganggu, sudah diantisipasi. Sekolah bisa mengatur hal tersebut,” ujarnya, Rabu (19/7/2017).
Bukan mencari guru honorer baru untuk menutupi peran guru ini. Melainkan menurut Haris, peran guru ini, nantinya akan ditutupi oleh guru-guru yang mengajar di mata pelajaran yang sama.
“Jadi guru itu akan dipadatkan jadwal mengajarnya. Hanya untuk sementarakan, hanya saat menjalankan ibadah haji. Tapi kita tegaskan, tidak ada jam kosong bagi murid-murid ini,” jelasnya.
Meski aman soal jam mengajar di sekolah. Sayangnya, guru-guru yang berangkat haji ini terancam tidak akan mendapatkan sertifikasi. Pasalnya, Disdik kota Palembang tidak ingin terjadi temuan, karena terjadi kelebihan pembayaran tunjangan proposional dan tunjangan tambahan bagi guru. (sbw)











