Baturaja, Sumselupdate.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Ogan Komering Ulu (OKU), mengaku jika sebagian besar masyarakat OKU belum melengkapi dokumen kependudukan.
Hal itu diungkapkan Kadin Disdukcapil, Ajahari, melalui Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Rasidi didampingi Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk (P3) Pramudiya, SE, saat dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (1/1/2017).
Untuk itu, kata dia, pihaknya terus menghimbau. Salah satunya dengan cara jemput bola dengan menyiapkan mobil keliling pembuatan dokumen kependudukan, “2018 awal nanti jemput bola mulai akan dilakukan, sebab mobilnya masih diusulkan,” ucap Rasidi.
Setidaknya ada 15 baliho himbauan yang akan disebar di setiap kecamatan guna mendukung program kelengkapan dokumen bagi masyarakat. Sebab dokumen seperti KAK, KTP elektronik, KIA, Akta Kelahiran, Akta Kematian, Akta Perceraian, Akta Pengakuan Anak serta lainnya sangat dibutuhkan apalagi saat ini semua menggunakan dokumen data kependudukan.
“Untuk anggaran pembuatan baliho saya lupa berapa yang jelas ada 15 tiang. Dua dipasang di kantor Disdukcapil 13 di setiap kecamatan,” katanya.
Sementara ditambahkan Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk (P3) Pramudiya, SE, jumlah penduduk OKU yang terdata pada semester satu ini mencapai 357.502 jiwa yang terdata dari Kemendagri.
“Tetapi baru 49828 jiwa yang telah memiliki KTP elektronik per September 2017. Sementara jumlah yang wajib e-KTP 249.502 jiwa, sementara jumlah yang baru merekam 232.235 jiwa hingga semester satu atau bulan sampai bulan Suci ini,” jelasnya.
Disinggung mengapa masih banyaknya jumlah penduduk yang belum terdata KTP elektronik, Parmudiya mengatakan salah satunya sering terjadinya kekosongan blanko serta masih banyaknya masyarakat yang belum sadar karena berbagai alasan.
“Kan ada yang rumah di talang-talang, kebun, alasan mereka jauh dari kecamatan, oleh karena itu jemput bola jadi salah satu solusi,” pungkasnya. (Wid)











