Magister Ilmu Komunikasi Stisipol Candradimuka dan KPID Sumsel Gelar  Seminar Literasi Media dan Literasi Digital

Seminar Literasi Media dan Literasi Digital, di Aula Kecamatan Sako, Kota Palembang, Kamis (7/10/2021).

Laporan: Syakbanudin

Palembang, Sumselupdate.com – Magister Ilmu Komunikasi Stisipol Candradimuka, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatra Selatan (KPID Sumsel), dan Kecamatan Sako Kota Palembang menggelar kegiatan Seminar Literasi Media dan Literasi Digital, di Aula Kecamatan Sako, Kota Palembang, Kamis (7/10/2021).

Read More

Seminar bertajuk upaya penguatan ketahanan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat melalui literasi media dan literasi digital.

Seminar ini dibuka langsung Wakil Ketua II Stisipol Candradimuka Palembang, Desi Aryani. Dalam sambutannya, Desi mengatakan, bahwa tingkat literasi masyarakat masih sangat rendah. Padahal pesan yang disampaikan oleh media sangat beragam.

Sementara itu, masyarakat berasal dari budaya yang sangat majemuk. Desi melanjutkan, tidak banyak individu yang mengetahui bagaimana cara
memanfaatkan media sosial dengan baik, bahkan untuk sekedar memulai.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemantik untuk memotivasi dan  membuka cakrawala mereka, untuk memanfaatkan media digital/sosial dengan tujuan kesejahteraan ekonomi.

Desi berharap kegiatan seminar ini dapat meningkatkan kompetensi literasi para peserta dan dapat terlaksana secara berkala. Kedepannya,
kata dia, kolaborasi antara Stisipol Candradmuka, KPID Sumsel, dan Kecamatan Sako ini akan bermuara pada pembentukan Kampung Literasi
Media.

Sebelumnya, Desi menjelaskan, kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan kerjasama antara Magister

Ilmu Komunikasi Stisipol Candradimuka, KPID Sumsel, dan Pemerintah Kota Palembang dalam hal ini Kecamatan Sako. Kegiatan ini bertujuan
untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi pesan media agar lebih bermanfaat dalam kehidupan.

Dikatakannya,  Perguruan Tinggi sebagai lembaga pendidikan mempunyai tanggung jawab moral untuk meningkatkan sekaligus mengawal kesejahteraan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat terutama di tengah pandemi seperti saat ini.

Salah satu wujud dari tanggungjawab moral tersebut adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi media dan literasi digital masyarakat agar dapat lebih bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk merealisasikan hal ini, lanjutnya, perguruan tinggi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta.

“Oleh karena itu, Stisipol Candradimuka melalui  Prodi Mikom Stisipol Candradimuka telah menjalin kerjasama kolaboratif dengan KPID Sumsel,
dan Kecamatan Sako Kota Palembang untuk bersama-sama berperan aktif dalam peningkatan kemampuan literasi masyarakat melalui kampanye
literasi media dan digital. Kegiatan seminar yang dilakukan pada hari ini merupakan langkah awal untuk menuju Pembentukan Kampung Literasi
sehingga kampanye yang dilakukan implementif dan dapat berlangsung secara berkelanjutan,” paparnya.

Dalam seminar ini menampilkan empat narasumber yang berpengalaman di bidang pendidikan dan  literasi, terutama literasi media dan digital.
Ke empat narasumber tersebut mengusung subtema sesuai kompetensi masing-masing, yaitu Budi Santoso, (Kaprodi Mikom STC).
Subtema ‘Kita, Media,  dan Hoaks’.

Kedua, Guntur, (Ketua KPID Sumsel). Subtema ‘Membangun Pengetahuan, Sikap, Perilaku Cerdas dan Kritis Masyarakat terhadap Pesan Media’. Ketiga Amiruddin Sandy, dengan subtema ‘Memelihara Stabilitas Sosial di Masyarakat Melalui Media Sosial’.

Selanjutnya, ke empat Edo (Penggiat Media Sosial; pengelola akun @palembanginfo), dengan subtema ‘Pemanfaatan  Media digital  untuk Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Masa Pandemi’.

Seminar ini diikuti oleh masyarakat dari beragam profesi dan status sosial. Di antaranya adalah pelaku UMKM, ASN, tokoh agama/masyarakat,
mahasiswa, dan ibu rumah tangga.

Sebagai pembicara pertama, Budi Santoso menyampaikan tentang serba serbi hoaks. Di era digital seperti sekarang ini, informasi yang terdedahkan kepada masyarakat sangat banyak.

Sumber pesan tidak jelas dan bahkan sengaja ditujukan untuk menyebarkan informasi palsu (hoaks) yang menyesatkan. Kemudahan untuk meneruskan informasi (share dan forward) semakin menyuburkan hoaks.

Menurut dia, masyarakat idealnya memeriksa ulang apakah berita atau pesan yang diterima adalah benar. Masyarakat dapat mengecek kebenaran
informasi melalui web semisal  https://turnbackhoax.id atau https://trustpositif.kominfo.go.id Pembicara kedua Amiruddin mengatakan survey menunjukkan bahwa pengguna internet dan media sosial/ jejaring sosial di Indonesia selalu mengalami peningkatan setiap tahun.

Hal ini menimbulkan berbagai perubahan sosial yang tidak hanya terjadi pada pola dan tindakan komunikasi namun juga hal lain yang berkaitan dengan perilaku sosial, ekonomi, dan politik masyarakat.

“Kita telah mafhum jika pesan media sosial dapat memicu perilaku positif dan negatif individu. Informasi bohong atau hoaks, misalnya, tidak dipungkiri menimbulkan keresahan dan konflik dalam masyarakat, sehingga berpotensi untuk mengganggu stabilitas sosial dan politik
secara luas.  Di sisi lain, pemerintah mempunyai peran dan tanggungjawab untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif demi
stabilitas sosial masyarakat. Peran ini dapat diperkuat melalui penggunaan media sosial sebagai instrumen komunikasi,” ujarnya.

Sementara Pembicara ketiga, ketua KPID Sumsel, Guntur. Dia mengatakan, pesan yang didedahkan oleh media, baik konvensional maupun digital, semakin berlimpah dengan isi pesan yang sangat beragam. Celakanya, tidak semua pesan media mengandung muatan positif dan bermanfaat untuk perkembangan pengetahuan dan psikologis individu.

Sementara itu, masyarakat sebagai penerima pesan berasal dari kultur dan latar belakang yang berbeda-beda. Pluralitas ini menciptakan perbedaan pula dalam memaknai pesan media.

Untuk menyikapi hal tersebut, upaya serius untuk mengonstruksi pengetahuan, sikap, dan perilaku cerdas serta kritis masyarakat. Dan pembicara keempat adalah Edo. Dia mengatakan pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap semua lini kehidupan masyarakat, terlebih lagi terhadap mereka yang berkemampuan ekonomi terbatas.

Perusahaan-perusahaan banyak yang gulung tikar, sehingga terpaksa mengurangi tenaga kerja. Ribuan orang kehilangan pekerjaan dan tidak tahu harus berbuat apa.

Pada dasarnya, peluang untuk berusaha masih terbuka lebar, terutama melalui media  digital/sosial. Sayangnya, tidak banyak individu yang
mengetahui bagaimana cara memanfaatkannya, bahkan untuk sekedar memulai.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemantik untuk memotivasi dan membuka cakrawala mereka untuk memanfaatkan media digital/sosial dengan tujuan kesejahteraan ekonomi. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.