Lotus Kita Desak Pemerintah Tetapkan Gempa Lombok Bencana Nasional

Senin, 20 Agustus 2018
Ketua Yayasan Lotus Kita, Dr. Hj Ilah Holilah

Jakarta, Sumselupdate.com–  Sebagai salah satu komponen bangsa peduli Ibu dan Anak, Yayasan Lotus Kita mendesak Presiden Joko Widodo menetapkan bencana Gempa Lombok menjadi Bencana Nasional. Hal ini mengingat jumlah pengungsi yang semula sekitar 352.793 orang, terus bertambah karena kekhawatiran adanya gempa susulan. Selain itu, korban yang sebelumnya tercatat 493 orang juga terus meningkat, bangunan yang runtuh terus meluas, termasuk adanya ancaman longsor. Bahkan banyak fasilitas kesehatan dan sarana pemerintahan sudah tidak berfungsi optimal.

Ketua Yayasan Lotus Kita, Ilah Holilah menyatakan sejak gempa darat berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) pada 29 Juli 2018, berikut gempa susulan 6 Agustus 2018 hingga kemarin dengan kekuatan magnitude 7 SR, pengurus Lotus Kita yang berada di Lombok untuk misi kemanusiaan menilai Pemerintah Daerah, baik penangan logistik maupun layanan kesehatan sudah tidak berfungsi dengan baik. Pada saat bersamaan banyak terdapat korban luka, mengingat mereka dan keluarganya juga menjadi korban.

Read More

“Kita butuh keputusan Presiden menyatakan bencana nasional, agar dapat menggerakkan seluruh sektor Pemerintahan. Kita harus bertindak cepat selamatkan anak-anak, Ibu-ibu dan lansia di Lombok yang paling banyak menjadi korban,” kata Ilah Holilah melalui siaran persnya, Senin (20/8/2018).

Menurut Ilah Holilah, BNPB sebagai perwakilan Pemerintah Pusat sudah berupaya maksimal menjalankan tugasnya. Jumlah bantuan dari seluruh Indonesia pun terus mengalir. Namun Pemerintah Daerah tidak mampu menyalurkan bantuan untuk menjangkau masyarakat secara merata di lokasi pengungsian. Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa berdasarkan informasi di lapangan jika mengandalkan Pemerintah Daerah, distribusi bantuan akan tersendat dan hanya sampai di Kecamatan.

Masih berdasarkan laporan langsung dari lapangan, sebut Ilah Holilah, kualitas dan intensitas gempa yang sudah lebih dari 800 kali sudah memberi efek non teknis yang mungkin selama ini tidak masuk dalam kategori bencana nasional. Trauma, rasa takut dan tak aman yang luar biasa tentu lebih dahsyat dampaknya daripada tidak berfungsinya pemerintahan sebagai salah satu syarat bencana nasional.

“Penetapan Bencana Nasional atas Gempa Lombok sangat penting. Karena perbedaan status bencana dan komando tentu akan berpengaruh pada kecepatan penanggulangan dampak. Dengan komando dari Presiden, kami yakin bisa memaksimalkan keselamatan saudara kita khususnya generasi muda di Lombok,” kata Dosen Komunikasi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten ini.

Sebagai komponen masyarakat yang turut peduli, Yayasan Lotus Kita juga mengajak organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk bersama-sama menggelar Istighosah Nasional untuk menengadahkan tangan memohon ampunan pada Tuhan Yang Kuasa dan mendoakan agar warga Lombok dilindungi dan tetap kuat menghadapi musibah ini.

“Momentum Idul Qurban, kita minta seluruh masjid dan penyelenggara sholat Idul Adha untuk berdoa bersama demi keselamatan saudara kita di Lombok,”pungkasnya. (ril)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts