Listrik Sering Padam, Warga Keluhkan Banyak Peralatan Elektronik Rusak

Sabtu, 8 Oktober 2016
Ilustrasi

Palembang, Sumselupdate.com – Dalam beberapa minggu terakhir jaringan listrik Perusahaan Listrik Indonesia (PLN) baik di Kota Palembang hingga Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI) selalu padam.

Pemadaman hampir dilakukan PLN setiap hari. Bahkan, pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Inderalaya bisa mencapai tiga sampai empat kali dalam sehari. Pemadaman listrik ini membuat banyaknya alat elektronik warga yang rusak.

Rizky, warga Kota Palembang mengaku, pagi tadi, Sabtu (8/10/2016), sekitar pukul 06.40 pemadaman sempat terjadi. Meski hari beberapa menit, kondisi tersebut dikhawatirkan membuat peralatan elektronik rusak.

Menurut Rizky, pemadaman listrik dalam beberapa minggu terakhir sudah sering terjadi dan tanpa pemberitahuan dari manajemen PLN. “Pagi tadi barusan listrik mati. Biasanya pemadaman mulai pukul 10.00 sampai sore,” keluhnya.

Senada dikemukakan Yudi, warga Inderalaya. Menurutnya, pihak PLN sangat tidak jelas, pasalnya listrik dimatikan tampa sebab musababnya.

Parahnya, menurut dia, pemadaman listrik bisa sampai lima kali dalam sehari.  “Kita tidak ngerti, apakah ini cara pihak PLN melakukan pembengkakan penagihan listrik kita. Kalau gini caranya salah, kita dirugikan, mana lampu kita banyak yang rusak karena lampu mati hidup, mati hidup, ” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Mawan, warga Tanjung Batu. Menurutnya, tidak hanya lampu yang rusak, alat elektronik lain sepertik lemari es juga mengalami kerusakan. “PLN mana mau tanggungjawab, taunya tiap bulan setiap pelanggan harus bayar tagihan listrik, ” katanya.

Pihaknya berharap agar pihak PLN memberikan keterangan jelas ada apa dibalik semua ini.  “Kami minta juga agar pihak PLN bisa bekerja profesional, dimana kami pelanggan ini sudah memenuhi kewajiban kami untuk bayar tagihan listrik, dan PLN juga harus melayani kami dengan baik, “ujarnya.

Sementara itu, supervisor PLN Ranting Inderalaya, Islamik menjelaskan, pemadaman listrik disebabkan adanya angin kencang, sehingga rentan membuat pohon tumbang dan menimpah kabel listrik yang menyebabkan gardu meledak dan kebakaran.

“Kalau ada tanda-tanda mau hujan seperti angin kencang, dilakukan pemadaman berulang-ulang, dan ini harus dilakukan untuk mengatisipasi hal yang tidak diinginkan, ya bisa fatal juga,” katanya.

Pihaknya meminta agar masyarakat bisa memakluminya. “Kita sudah sebagian melakukan pemangkasan pohon. ada sedikit kendala di lapangan, jangkauannya cukup jauh, karena itu masih banyak yang belum dipangkas. Yang pasti, kami harap masyarakat bisa maklum,” ujar dia.

Disinggung adanya indikasi ingin menaikan tagihan dalam kejadian hidup matinya lampu atau listrik ini, pihaknya membantan keras. “Itu tidak benar, tapi kalau kerusakan elektronik bisa terjadi. Sekali lagi kami mohon maaf atas ketidak nyamanan ini,” ucap dia. (pri)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts