Palembang, Sumselupdate.com – Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, masih berada pada kategori sangat tidak sehat pada Senin (21/9/2026) pagi.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara pada pukul 05.00 WIB, sejumlah wilayah Palembang mencatat indeks kualitas udara (AQI) tinggi. Wilayah Demang tercatat mencapai 228, disusul GP Plm 225 dan Sukarami 217.
Dengan kondisi tersebut, Palembang pagi ini berada di peringkat kedua dalam daftar kota dengan kualitas udara yang buruk berdasarkan pemantauan yang menjadi acuan tersebut.
Kondisi ini terjadi meski sejumlah wilayah di Kota Palembang sempat diguyur hujan pada Minggu (20/9/2026) siang.
Kabut asap masih terlihat di sejumlah kawasan. Kondisi tersebut dirasakan langsung warga yang harus beraktivitas di luar rumah.
“Pagi ini parah sekali. Biasanya asap sudah mereda, tetapi sekarang masih banyak sekali dan makin pekat,” kata Alwi, salah seorang warga Palembang.
Kualitas udara memang menunjukkan penurunan konsentrasi partikulat halus dibandingkan titik tertinggi pada dini hari. Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk membuat kualitas udara berada pada kategori yang aman.
Kondisi kualitas udara pada pagi hari masih berada pada kategori merah atau sangat tidak sehat.
Masyarakat diimbau tetap memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Warga juga disarankan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan diminta meningkatkan kewaspadaan.
“Masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan. Sebaiknya tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan,” ujarnya.
Warga juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara kembali memburuk.
Sementara itu, Kota Palembang saat ini belum memasuki periode musim hujan. Berdasarkan informasi BMKG, awal musim hujan di wilayah Sumatera Selatan diperkirakan mulai berlangsung pada November 2026.
Karena itu, hujan yang terjadi di sejumlah wilayah Palembang pada Minggu siang belum dapat menjadi penanda bahwa musim hujan telah dimulai secara menyeluruh.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi kualitas udara dan prakiraan cuaca dari sumber resmi, terutama sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
(**)











