Sekayu, Sumselupdate.com –Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Betung-Sekayu, tepatnya di Dusun IV Desa Lais, Kecamatan Lais, Senin (25/4), sekitar pukul 06.00. Lakalantas tersebutmerenggut dua korban jiwa tewas terpanggang di dalam mobil.
Dari data kepolisian, kronologis peristiwa maut itu bermula mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi BG 1584 QR yang dikemudikan oleh Daryanto (38), warga Kelurahan Babat Toman, Kecamatan Babat Toman melintas dari arah Betung hendak ke Sekayu.
Setiba di tempat kejadian perkara (TKP), mobil yang dikemudikan tersebut secara tiba-tiba melebar ke kanan. Tanpa disadari, dari arah yang berlawanan muncul Minibus D Grand Max dengan nomor polisi BG 1351 RH yang dikemudikan oleh Riki Effendi (26), warga Kelurahan Babat, Kecamatan Babat Toman.
Diduga laju kendaraan yang cukup cepat, akhirnya tabarakan ala adu kambing tak terelakkan. Kedua kedua mobil pun terpental. Mobil Avanza terpental ke sebelah kiri, sedangkan mobil Grand Max terpental ke sebelah kanan dan terguling beberapa kali hingga menabrak pohon sawit di pinggir jalan.
Diduga mobil Grand Max membawa minyak illegal, mobil yang dikemudikan Riki Effendi tersebut meledak dan mengeluarkan suara yang keras.
Akibat dari kecelakaan tersebut, Irsad (37), warga Lingkungan 4 Pasar Muba dan Rio (17), warga Lingkungan 4, Babat Toman, keduanya penumpang mobil Grand Max, meninggal dunia secara tragis yakni terpanggang di dalam mobil lantaran tidak dapat menyelematkan diri.
Sedangkan sang sopir yakni Riki Effendi mengalami sesak dada, dan lecet pada bagian tangan kiri. Sedangkab mobil Avanza, korban menderita luka yakni sang sopir Daryanto luka pada bagian lutut kiri robek, betis kiri robek, pipi kanan lecet, tangan kanan dan dada kiri memar.
Lalu korban lainnya yang berada di mobil Avanza yaitu Tri Gusmanarisandi (19), warga Kelurahan Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman mengalami patah kaki kiri, robek pada bagian dagu dan dari.
“Tiba-tiba saja ada ledakan besar yang berasal dari jalan, terus ada api yang keluar dari dalam mobil. Kita terkejut dengan kejadian itu dan tidak berani langsung menolong,” ujar Soleh warga sekitar.
Saat kejadian berlangsung kata dia, korban Daryanto yang terpental dari dalam mobil Grand Max meminta pertolongan warga untuk menyelamatkan dua rekannya yang terjebak di dalam mobil. Namun, lantaran api yang besar tidak ada satu pun warga yang berani mendekat.
“Kita tidak berani mendekat atau memadamkan api karena takut ada ledakan lagi. Jadi kita hubungi pemadam kebakaran. Sedangkan korban lain dibawa oleh pihak polisi ke rumah sakit,’ beber dia.
Kapolres Muba AKBP M Ridwan, mengatakan, telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti dan mengevakuasi para korban. Saat ini, menurut dia, penyebab kecelakaan masih diselidiki. (est)











