Subang, Sumselupdate.com – Komisi V DPR RI menekankan pentingnya optimalisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali), terutama terkait pemanfaatan tiap lajur, sistem drainase, dan ketersediaan rest area.
Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, menilai hal tersebut krusial demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Ya, pertama untuk BUJT, BUJT harus benar-benar menerapkan SPM. Yang pertama, setiap lajurnya. Di sini kan ada yang dua lajur, ada yang tiga lajur. Jadi itu harus dioptimalkan, harus benar-benar sesuai dengan SPM,” kepada Parlementaria usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI meninjau kondisi Ruas Tol Cipali, di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (12/9/2025).
Politisi Fraksi PKB ini juga menyoroti perlunya pembangunan sistem penyerapan air agar tidak terjadi genangan di jalan tol. Hal ini penting untuk mengurangi potensi kecelakaan akibat air menggenang.
Selain itu, dikatakan penambahan fasilitas istirahat sangat penting.
“Di Cipali ini adalah titik lelah, karena kalau dari Jawa Tengah menuju Jakarta jaraknya sudah sampai 200 km, sekitar 3–4 jam perjalanan. Maka perlu ditambah rest area, baik rest area bayangan atau memperbesar rest area yang sudah ada,” jelasnya.
Terkait pencapaian SPM, Sudjatmiko menilai sudah ada perbaikan signifikan, salah satunya melalui pengaspalan jalan.
Perbaikan itu, lanjutnya, harus dilakukan dengan manajemen waktu yang tepat dan disertai rambu peringatan sejak jarak jauh agar tidak mengganggu lalu lintas.
Meski begitu, dia menilai masih ada kekurangan dalam penyediaan fasilitas informasi lalu lintas.
“Rest area di sini memang kurang besar, jadi perlu ditambah lagi. Kalau rambu manual saya rasa sudah cukup, tapi VMS (Variable Message Sign) masih kurang. Padahal dengan kecepatan tinggi di sini, VMS sangat penting untuk memberikan informasi real time saat terjadi kemacetan atau kecelakaan,” tuturnya.
Sudjatmiko menegaskan bahwa kondisi Tol Cipali sudah lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, namun peningkatan pelayanan tetap harus dilakukan.
“Datanya saya rasa sebagian besar sudah memenuhi, dan yang terpenting ke depan adalah bagaimana perbaikan terus dilakukan tanpa mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” tandasnya.
(**)











