Ketua Fraksi Partai Nasdem MPR: Masalah Tata Negara  Tidak Harus Dibahas  Sangat Serius

Selasa, 22 Agustus 2023
Foto bersama.

Jakarta, sumselupdate.com – Ketua Fraksi Partai NasDem MPR Taufik Basari menyambut baik pelaksanaan Lomba Stand Up Comedy  mensosialisasikan Empat Pilar. Menurut Taufik,  sosialisasi, tidak melulu dilakukan secara kaku, dengan cara pidato, seramah hingga seminar, seperti  dilakukan selama ini. Cara lain yang lebih santai  dan disukai anak muda patut diterapkan.

Salah satu menggunakan metode stand up comedy. Karena dalam perjalanan MPR juga menemukan fakta, penyampaian sosialisasi  dengan ceramah serta pidato kerap membuat peserta bosan sehingga mengantuk.

“Baik juga membahas masalah politik hingga tatanegara dengan cara  lebih santai, menyenangkan bahkan canda tawa. Bukan tidak mungkin hasilnya akan lebih baik. Pesan yang hendak disampaikan bisa diterima lebih gampang,” ujar anggota MPR dapil lampung I ini saat membuka  Babak Semi Final  Lomba Stand Up Comedy, untuk memperingati  HUT Kemerdekaan Indonesia ke-78 dan hari Lahir MPR ke-76.

Tema yang diketengahkan lomba tersebut adalah  Pendidikan Penguatan Empat Pilar MPR Untuk Generasi Muda. Acara tersebut berlangsung di Plaza Gedung Nusantara 5 komplek MPR DPR RI, Selasa (22/8/2023).

Ikut hadir pada acara tersebut, Wakil Ketua MPR H. Arsul sani  serta  Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah SE, MM. Lomba stand Up Comedy kali ini diikuti 110 peserta. Dari jumlah tersebut dipilih    25 peserta untuk bertanding di babak semi final. Dan  babak Final yang berlangsung Selasa (29/8/2023)  akan bertanding 10 peserta. Tiga juri ikut memberikan penilaian adalah, Iwel Sastra,   Andi Wijaya dan Ridwan Remin.

Bagi Taufik, peserta stand up comedy merupakan orang-orang yang memiliki kecerdasan tersendiri. Karena dalam waktu  singkat, mereka dituntut menangkap fakta dan meramu dengan  kata-kata lalu  menyampaikan dengan jenaka. Kalau tidak cerdas mana mungkin mereka bisa menghadirkan kejenakaan itu.

“Itu tidak mudah, bahkan para politisi yang sering berpidato pun, belum tentu bisa menyampaikan pesan yang membuat orang lain tersenyum. Mudah-mudahan, lomba ini bisa menjadi terobosan, sehingga ke depan sosialisasi MPR   lebih berhasil,” kata Taufik.

Selama lomba berlangsung, banyak kritik hingga aspirasi disampaikan  peserta kepada MPR. Salah seorang  adalah Rizal, comedian asal Jakarta.  Peserta  yang memerankan tokoh guru  SLB Tuna Netra, itu jelas mengkritisi Sosialisasi Empat Pilar yang menggunakan banyak pidato.

Cara itu menurut Rizal membuat banyak peserta  mengantuk dan tidur, karena membosankan. Tidak cuma mengkritik metode sosialisasi, Rizal juga menentang  rencana pemerintah menghapus tunjangan guru.

“Saya sering kerja hingga malam, dan itu tidak dihitung lembur.  Kami bahkan  melakukan dengan sukarela, karena merasa tanggung jawab. Tetapi kalau tunjangan guru jadi dihapus, sesuai isi UU Omnibuslow, akan banyak guru menderita. Ujung-ujungnya, saya bisa hapus itu buku-buku yang memakai huruf braile sehingga murid-murid tidak bisa belajar,” tegasnya. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts