Palembang, Sumselupdate.com – Persiapan venue perhelatan Asian Games 2018 di Palembang Sumatera Selatan terganggu dengan insiden perusakan terhadap fasilitas stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.
Sebanyak 335 kursi stadion venue cabor sepakbola wanita ini rusak akibat suporter yang mengamuk saat Sriwijaya FC dilibas Arema Malang dengan skor 0-3 pada sabtu sore lalu. Terkait pengelola stadionpun menutup dan mensterilkan venue asian games ini. Dari kejadian tak terpuji itu, debanyak 231 kursi ditribun utara dan 104 kursi di tribun selatan mengalami kerusakan.
Pengelola Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Rusli Nawi, senin (23/07/2018) mengatakan selama dirinya mengelola stadion sejak delapan tahun lalu/ baru inilah aksi anarkis terparah dengan melempar kursi yang merupakan fasilitas negara, sehingga iapun menduga ada motif lain yang ingin mengganggu persiapan asian games 2018.
Untuk membuktikannya ia telah melaporkan kejadian ini kepihak kepolisian.
Menurutnya, untuk perbaikan, selanjutnya pihaknya telah melakukan komunikasi dengan kontraktor sebelumnya untuk pengadaan kursi baru yang wewenangnya dibawah dinas pekerjaan umum cipta karya.
Dijelaskannya untuk memasang kembali diperlukan waktu setidaknya satu minggu dan yang menjadi permasalahan waktu pengiriman kursi ke palembang, karena harus didatangkan dari luar negeri.
Meski demikian pihaknya optimis stadion bisa digunakan dalam asian games, selanjutnya akan dilakukan penutupan stadion dan sterilisasi dari aktivitas sepakbola hingga Asian Games dimulai.
“Target waktunya sebelum perhelatan Asian games kita harus selesai kerusakan ini untuk itu pihak pengelola jakabaring sport city akan menutup stadion dan sekaligus perbaikan rumput dan sisi lapangan. Yah kini ada 335 kursi yang rusak,” jelas Rusli.
Sebelumnya dalam ajang liga 1 suporter Sriwijaya FC melampiaskan kekecewaannnya dengan masuk kelapangan dan melempar kursi dari tribun ke arah aparat kepolisia.
Atas peristiwa itu, pihak pengelola telah melaporkan ke pihak kepolisian, dan hingga saat ini ada 6 orang suporter telah dimintai keterangan bahkan bisa saja menjadi tersangka. (adi)











