Kemandirian Perempuan Desa di Balik Tantangan Peremajaan Sawit di Musi Banyuasin

Writer: - Jumat, 27 Juni 2025
Diskusi Teras bertema Cerita Resiliensi Usaha Ekonomi Perempuan di Palembang, Kamis (27/6/2025) (Sumselupdate.com/ Diaz Erlangga)

Palembang, Sumselupdate.com — Pemerintah Indonesia saat ini tengah gencar gencarnya melakukan progam peremajaan  sawit rakyat (PSR) dalam rangkaian upaya mempertahankan produksi sawit tetap stabil.

Selain itu peremajaan juga dalam upaya pemerintah mengurangi degradasi kawasan hutan akibat pembukaan lahan baru.

Salah satu Kabupaten di Sumsel yang memiliki perkebunan sawit terluas adalah Kabupaten Musi Banyuasin.

Disana peremajaan berlangsung sangat besar setidaknya ada sekitar 7.598 hektare perkebunan sawit telah dilakukan peremajaan.

Namun upaya positif ini bukan tidak memiliki dampak negatif, yang paling berpengaruh terhadap peremajaan ini parah petani sawit ini akan kehilangan pekerjaan untuk sementara tangga.

Berangkat dari masalahitu Yayasan Care Peduli bersama Cargill Indonesia melalui PT Hindoli hadir menawarkan solusi bagi para petani.

Dengan program pemberdayaan perempuan, dengan pembentukan Kelompok Usaha Ekonomi Perempuan (KE HP) dan sejumlah inisiatif yang kini telah membentuk berbagai model usaha di 13 desa yang ada di PT Hindoli.

Salah satunya terbantukan dengan program itu Rifa, istri petani sawit asal Desa Tegal Mulyo, Kecamatan Keluang.

Diskusi Teras bertema Cerita Resiliensi Usaha Ekonomi Perempuan di Palembang, Kamis (27/6/2025) (Sumselupdate.com/ Diaz Erlangga)

“Saat sawit diremajakan, kami tidak punya penghasilan dari kebun. Karena itu, kami para ibu membentuk Kelompok Usaha Ekonomi Perempuan (KUEP) agar tetap bisa produktif dan berpenghasilan,” ujarnya, Jumat (27/6/2025).

Melalui program yang didampingi Yayasan Care Peduli dan didukung oleh PT Hindoli, KUEP Desa Tegal Mulyo memulai usaha dengan modal awal Rp50 juta, yang dikelola untuk kegiatan simpan pinjam.

Kini, dana tabungan kelompok tersebut berkembang hingga Rp230 juta, dan memiliki 60 anggota aktif

“Pinjaman dibatasi maksimal Rp36 juta per orang, sementara tabungan tidak dibatasi. Ini sangat membantu karena sebelumnya banyak ibu-ibu bergantung pada simpan pinjam keliling yang harus dibayar harian,” tambah Rifa.

CEO Yayasan Care Peduli, Abdul Wahib Situmorang, menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga menyasar aspek sosial dan lingkungan.

Tak hanya simpan pinjam, KUEP di sejumlah desa seperti Bumi Kencana, Panca Tungkal, Sido Mulyo, dan Banjar Jaya, juga aktif dalam produksi kerajinan dari limbah sawit, seperti piring, tikar, dan keranjang buah.

“Program ini bukan hanya tentang peremajaan sawit, tetapi juga tentang memastikan masyarakat, terutama perempuan, tetap produktif dan mandiri secara ekonomi,” kata CEO YCP, Abdul Wahib Situmorang, dalam Diskusi Teras bertema Cerita Resiliensi Usaha Ekonomi Perempuan di Palembang, Kamis (27/6/2025).

Kolaborasi YCP dan Cargill tak hanya memberi solusi, tetapi juga membangun harapan baru. Kebun gizi, pelatihan ekonomi, hingga perlindungan korban KBG menjadi pilar penting dalam mendukung masyarakat melewati masa sulit.

“Ada empat fokus utama: pembentukan KUEP, pencegahan dan pendampingan kasus kekerasan perempuan dan anak, pembangunan kebun gizi, serta perlindungan lingkungan melalui program masyarakat peduli api,” jelasnya.

Program pemberdayaan ini disebut telah berdampak secara tidak langsung pada lebih dari 100.000 orang di wilayah Muba dan sekitarnya.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts