Laporan: Endang Saputra
Muaraenim, Sumselupdate.com – Hampir sepekan terakhir harga telur ayam ras di pasar tradisional di wilayah Kabupaten Muaraenim mulai merangkak naik dari Rp26 ribu per kilogramnya, saat ini sudah mencapai Rp30 ribu perkilogram.
Lonjakan harga telur tersebut diduga lantaran untuk memenuhi program bantuan PKH.
Ani (37), warga kota Muaraenim mengeluhkan atas naiknya harga telur tersebut dan berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga telur tersebut.
“Saya kaget ketika mau beli harga telur sudah mencapai Rp30 ribu tadinya harga Rp26 ribu per kilogram sudah lumayan tinggi. Ini malah naik. Maka itu, kami berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga telur di pasaran,” ungkapnya, Jumat (27/8/2022).
Senada dikeluhkan Dina (36) warga Ujanmas Muaraenim. Menurut dia, selain harganya melambung, komoditi telur juga langka.
Sementara itu, Harles (45) penjual telur di Muaraenim menuturkan kenaikan harga dipicu pendistribusian telur yang kurang.
“Saya secara pasti tidak tahu penyebab naiknya, namun kabarnya kenaikan harga ini karena pendistribusian telur berkurang, sebagian di- drop untuk program bantuan PKH,” ungkapnya.
Masih menurut Harles, dengan adanya kenaikan harga telur ini tentunya membuat pedagang dan pembeli mengeluh.
Untuk pedagang jelas imbasnya pelanggan yang biasanya membeli akan menurun sehingga konsumsi telur akan berkurang juga.
Sedangkan untuk pelanggan yang membeli akan menurun karena harga yang tinggi, apalagi daya beli masyarakat tetap bahkan menurun dan akan memilih alternatif lain yang lebih murah.
“Dengan adanya kenaikan harga ini tentu jumlah penjualan menurun karena daya beli menurun, biasa sehari habis 350 kilogram, karena kenaikan ini hanya sekitar 300 kilogram sehari,” bebernya.
Masih menurut Harles, telur-telur tersebut didapat di Palembang.
“Telur ini kita dapat di kota Palembang. Namun terkadang juga dari daerah Tapus, kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim. Harapan kedepan, semoga harga telur kembali normal, sehingga penjual bisa kembali bergairah dan pembeli terjangkau,” pungkasnya. (**)











