Palembang, Sumselupdate.com – Tim gabungan Unit III dan V Subdit III Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel berhasil menangkap satu dari empat pelaku perampokan terhadap Sofyan (43), sopir GrabCar yang hilang usai menerima pesanan penumpang pada 29 Oktober lalu.
Tersangka yang identitasnya masih dirahasikan ini ditangkap pada Minggu (11/11/2018) di Rompok Pantai, Desa Sungai Lanang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara).
Di hadapan petugas, tersangka mengaku sengaja memesan GrabCar menggunakan akun seorang perempuan yang tidak mereka kenal. Setelah GrabCar berhasil diorder dari SPBU KM 4,5 dengan tujuan KFC Bandara SMB II Palembang, keempat pelaku menaiki mobil korban.
Pelaku Akbar duduk di depan sebelah korban. Sedangkan tiga pelaku lainnya, yakni Fran (DPO), Ridwan alias Rido, dan Acun (DPO) duduk di bangku tengah. Sesampainya di simpang Bandara, pelaku Akbar menarik tangan korban.
Kemudian dibantu Acun dan Fran mencekik leher korban hingga meninggal dunia, sedangkan Ridwan keluar untuk mengawasi sekitar. Setelah korban dipastikan meninggal dunia, pelaku membawa mobil dan mayat korban menuju ke Muratara.
Namun di tengah perjalanan tepatnya di Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, mobil tersebut kehabisan bensin.
Akan tetapi hal itu tak membuat pelaku kehabisan akal, saat itu Fran menjual HP miliknya kepada seseorang di daerah Betung seharga Rp200 ribu. Setelah mendapat uang mereka melanjutkan perjalanan ke daerah Muratara.
Di tengah perjalanan para pelaku membuang mayat korban Sofyan di perkebunan kelapa sawit, di daerah SP 4 Lakitan, Kecamatan Lakitan, Kabupaten Muratara. Setelah itu para pelaku kembali ke desa masing-masing.
Sedangkan mobil korban dibawa pelaku Fran dan Acun untuk dijual. Tiga hari setelah kejadian para pelaku membagi hasil penjualan mobil milik korban. Saat ini petugas masih mencari keberadaan mayat korban Sofyan.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara Jaya membenarkan satu pelaku perampokan Sofyan berhasil ditangkap. “Saat ini masih ada tiga pelaku lagi diburu, untuk mayat korban masih dalam pencarian,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara. Zulkarnain membenarkan, penyidik menangkap satu orang pelaku perampokan disertai pembunuhan sopir taksi online tersebut.
Dirinya mengatakan, pelaku berjumlah empat orang dan satu yang baru tertangkap. Namun dirinya belum membeberkan identitas pelaku tertangkap tersebut.
“Belum kami rilis memang karena masih fokus ke penangkapan tiga orang lain. Saya sarankan untuk menyerahkan diri saja, kalau tidak nanti sama nasibnya dengan yang lain-lainnya,” ujar Kapolda.
“Saya terakhir ketemu Kasubdit Jatanras bilang tolong kamu susuri dengan pelaku untuk mencari jenazah korban. Kami pun masih mengedepankan pendekatan humanis terhadap tersangka,” ujar dia.
Zulkarnain mengungkapkan, empat tersangka tersebut memiliki peran masing-masing. Namun untuk modus secara detail dirinya belum mengetahui.
“Satu ada yang nyekek (mencekik), satu pegang tangan kanan lalu kiri, dan satunya lain-lain. Mirip dengan kasus perampokan taksi online sebelumnya. Mobilnya korban juga belum ketemu ya,” ungkap Zulkarnain.
Sebelumnya diketahui, Sofyan warga Sukawinatan, Lorong Asoka, RT 54 RW 7, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang dilaporkan menghilang usai mengantarkan penumpang pada Senin (29/10).
Diketahui, korban mendapatkan pesanan taksi online dari Jalan KM 5 menuju KFC Bandara SMB II. Namun, hingga malam hari korban tak juga pulang.
Posisi GPS ponsel korban terakhir terlacak oleh rekan sesama pengemudi taksi online di Kawasan Betung, Banyuasin, Provinsi Sumsel dan kemudian keberadaan korban hilang bak ditelan bumi. (tra)











