Palembang, Sumselupdate.com – Terbatasnya ruang yang diperlukan untuk alat berat, memaksa kontraktor pembangunan flyover Keramasan Palembang harus berpikir keras mencari solusi agar pengerjaan dapat berjalan tanpa mengganggu kelancaran arus lalulintas.
Sempitnya ruas jalan yanga ada di sekitar flyover sendiri menjadi tantangan yang memerlukan solusi tepat dalam penyelesaian pembangunan Flyover Simpang Keramasan Palembang tersebut.
Koordinator Flyover Simpang Keramasan Palembang, Zulkarnain, Kamis (22/2/2018) mengungkapkan, hingga kini, proses pengerjaan yang membutuhkan alat berat menyebabkan penyempitan pada ruas jalan dan berimbas pada kemacetan di sekitar flyover.
Kondisi ini tentunya sulit dihindari mengingat sempitnya ruas jalan, di samping itu ruas jalan keramasan adalah satu-satunya akses jalan dari arah Ogan Ilir menuju ke Palembang.
Zulkarnain menjelaskan, pihaknya saat ini sedang fokus pada pengerjaan bagian bawah jembatan seperti pengaspalan di sekitar frontage, pengecatan, pembangunan taman serta melengkapi sarana listrik dan penerangan.
Menurutnya, kedepan bila memang pada saat pengerjaan menimbulkan kemacetan pihaknya akan mempertimbangkan mengenai opsi untuk membuka jalur atas guna memecah kemacetan pada saat pengerjaan puncak.
“Lebar jalan hanya tujuh meter, bila dipakai pekerja setengahnya tinggal 3,5 meter. Bisa dibayangkan macetnya. Kalau macet total kita akan buka satu jalur di atas,” ujarnya.
Dijelaskan Zulkarnain, hingga saat ini konstruksi flyover secara fungsional sudah dapat digunakan dan pengerjaan yang berjalan saat ini hanya bersifat penyempurnaan (finishing).
Lalu selanjutnya untuk sisi kemanan dirinya memastikan flyover sudah dapat digunakan. “Kita liat saja saat pengerjaan bikin macet total, maka kami terpaksa buka tutup saja, akibatnya tidak hanya pengguna jalan tapi warga sekitar juga terganggu,” tukasnya.
Ditegaskannya lagi, pengerjaan Flyover Simpang Keramasan terus dikebut jelang target penyelesaian pada bulan Juni 2018. Aadapun untuk progres pengerjaan telah mencapai 91,8 persen atau lebih cepat dari rencana awal diangka 90,7 persen.
“Kita omptimis target untuk pengerajaan jembatan dan dapat digunakan pada Juni 2018, bisa dicapai,” pungkasnya. (adi)











