Laporan : A Putra
Lahat, Sumselupdate.com – Angkutan batubara menjadi ‘Biang Masalah’, terutama bagi kondisi dan situasi arus lalulintas kawasan Lahat, khususnya jalur Lintas Lahat – Muaraenim. Hal ini seperti terjadi kemarin, dimana kemacetan nampak terjadi, hingga menyebabkan antrean kendaraan hingga ratusan meter, baik dari arah Lahat atau dari arah Muaraenim.
Kemacetan ini pun nampak tak dapat segera mungkin diatasi, khususnya dari pihak petugas terkait di lapangan, sehingga antrean kendaraan memadat hingga menjadi 3 lajur jalan berlawanan.
“Awalnyo kecik nian pak masalahnyo, ado sikok tronton batubara macet dan melintang di tengah jalan. Namun, karena minim tindakan, hingga kemacetan panjang terjadi,” kata Samsul, seorang sopir, Rabu (20/04/2022).
Upaya penguraian dan pengaturan lalu lintas semestinya bisa cepat dilakukan di lapangan, karena lokasi kejadian sendiri berdekatan dengan Mapolsek Merapi. Hanya saja, kondisinya tak seperti itu, ada kesan pembiaran dan lamban diambil petugas, sehingga kondisi kemacetan tak terhindarkan.
“Petugas lamban bekerja, masyarakat tak sabaran, angkutan semakin semena-mena cocoklah kondisinyo,” ujar Kamil menambahkan.
Diketahui di lapangan, antrean kendaraan begitu susah diuraikan hingga empat jam, karena antrean kendaraan yang terlanjur menumpuk. Sehingga tak kurang, kemacetan mencapai ratusan meter, dari arah Lahat Muaraenim dan juga sebaliknya.
Angkutan batu bara berupa dump truk, hanya boleh beroperasi pada malam hari, sehingga membuat kemacetan, karena truk berukuran besar memakan banyak badan jalan dan mereka juga beriringan di jalan, membuat susah menyalip. (**)











