Dubai, Sumseluupdate.com – Aplikasi pesan singkat populer kembali ‘meminta korban.’ Seorang perempuan di Dubai melaporkan suaminya ke kepolisian setempat. Ia ingin sang suami ditindak hukum karena telah melukainya. Bukan secara fisik, tapi secara perasaan. Nah lho.
Sang suami dinilai tak sigap membela sang istri, sebagaimana dikutip dari KompasTekno, Selasa (29/3/2016). Ini semua gara-gara sebuah “drama” di grup WhatsApp.
Mulanya si istri bergabung di grup WhatsApp keluarga sang suami. Lalu tiba-tiba adik sang suami “menendang” si istri dari grup tersebut.
Si istri kemudian meminta sang suami mempermasalahkan sikap adik perempuannya. Bukannya malah merespons, sang suami justru tak mau ambil pusing.
Merasa tak dibela, si istri pun berang dan melapor ke kepolisian. Ia ingin penegak hukum menangkap adik iparnya dan juga sang suami.
Mendapatkan laporan ini, kepolisian Dubai bingung. Menurut Direktur Departemen Anak dan Perempuan Kepolisian Dubai Shaheen Al Mazmi, masalah tersebut seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
Polisi, kata dia, tak punya wewenang masuk ke urusan keluarga yang dalihnya cuma soal perasaan. Mazmi mengatakan belum ada hukum yang mengaturnya hingga kini.
Meski begitu, kepolisian tak serta-merta lepas tangan. Departemen Anak dan Perempuan secara khusus akan berupaya mewadahi rekonsiliasi antara si istri, sang suami, dan adik ipar.
Kasus di atas kembali menegaskan betapa teknologi bisa memicu “baper” alias bawa perasaan. Terminologi itu merujuk pada situasi di mana seseorang merasa tersinggung atas omongan dan perilaku seseorang.
Bukan cuma ditendang dari grup WhatsApp, baper di ranah teknologi bisa juga karena tak di-follow balik di Instagram, Twitter, dan media sosial lainnya. (adm3)