Intervensi Pemerintah Dibutuhkan Tekan Prevalensi Diabetes

Writer: - Kamis, 16 November 2023
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Waspada Diabetes Menggerogoti Usia Produktif yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (15/11/2023).

Jakarta, Sumselupdate.com – Intervensi pemerintah melalui penerapan kebijakan, terkait penanggulangan penyakit tidak menular mesti dilakukan konsisten  menekan prevalensi diabetes di tanah air.

“Problem diabetes ada di depan mata kita, sehingga membutuhkan perhatian serius semua pihak,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Waspada Diabetes Menggerogoti Usia Produktif yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (15/11/2023).

Read More

Menurut Lestari, ancaman tersebut harus diantisipasi dan dicermati agar bonus demografi yang diharapkan tidak berubah menjadi beban.

Apalagi, ujar Rerie sapaan akrab Lestari, berdasarkan catatan WHO angka kasus diabetes di dunia terbanyak adalah type 2 yang bisa dicegah dengan pemahaman dan upaya yang tepat.

Kondisi tersebut, tambah Rerie  harus menjadi perhatian apalagi diabetes menyerang usia produktif.

Baca Juga: Kapendam II/Sriwijaya Sebut Prada Jefri Meninggal karena Kecelakaan Tunggal

Dia mendorong agar  pemangku kepentingan aktif melakukan pencegahan melalui penerapan sejumlah kebijakan yang relevan.

Selain itu, harus diinisiasi gerakan peningkatan kualitas hidup sehat melalui edukasi dan peningkatan layanan kesehatan melalui sistem kesehatan terpadu demi memaksimalkan manfaat bonus demografi pada Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Polda Sumut Tangkap Tangan Anggota Bawaslu Medan, Begini Tanggapan Rekannya

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kemenkes RI, Eva Susanti sependapat kesiapan mewujudkan bonus demografi harus diiringi dengan upaya membangun generasi emas yang sehat.

Karena kondisi saat ini di Asia Tenggara, kasus diabetes menduduki peringkat ke-6 dengan jumlah penderita 90,2 juta atau 8,7% dari populasi.

Jumlah kasus tersebut, ujar Eva, akan terus naik bila tidak ada upaya  mengendalikan faktor resiko. Apalagi, diabetes merupakan ibu dari segala penyakit.

Menurut Eva gaya hidup seperti merokok, kurangnya aktivitas fisik dan kurang makan buah dan sayuran dapat meningkatkan risiko terkena penyakit tidak menular seperti diabetes.

Sejatinya, tegas dia, bila diterapkan tata laksana yang tepat diabetes dapat diatasi.

Pemerintah, lanjut Eva, sudah berupaya melakukan langkah pencegahan dengan deteksi dini pada sistem layanan kesehatan yang ada hingga penatalaksanaan terhadap  penderita.

Eva mendorong agar masyarakat melakukan pengukuran gula darah minimal satu kali dalam satu bulan.

Di sisi lain,  penguatan pembiayaan pada jaminan kesehatan nasional untuk mendukung sejumlah upaya preventif dan pengobatan diabetes juga terus diupayakan. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts