Indonesia Unjuk Gigi di Pameran AI China-ASEAN, Jajaki Kerja Sama Hingga Luncurkan Laboratorium Inovasi Gabungan

Writer: - Minggu, 21 September 2025
Area pameran Indonesia di paviliun kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam ajang Pameran China-ASEAN (China-ASEAN Expo) ke-22 yang berlangsung pada 17-21 September di Nanning, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (Xinhua/Zhao Huan)

Nanning, Sumselpdate.com — Indonesia menunjukkan ambisinya dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) di panggung regional dengan partisipasi aktif dalam Pameran China-ASEAN (CAEXPO) ke-22 di Nanning, China. Tidak hanya memamerkan inovasi dari perusahaan teknologi lokal, delegasi Indonesia juga memanfaatkan ajang yang berakhir hari ini, Minggu (21/9/2025), untuk menjalin kerja sama strategis, yang puncaknya ditandai dengan peluncuran laboratorium inovasi AI gabungan.

Di paviliun AI, staf dari perusahaan Indonesia KATA.AI mendemonstrasikan fitur interaktif robot cerdas pada platform KataCX. Robot cerdas ini tidak hanya mampu memberikan solusi atas pertanyaan pelanggan, tetapi juga dapat menyesuaikan layanan sesuai kebutuhan yang beragam, sehingga menarik banyak pengunjung.

Read More

CAEXPO ke-22 digelar pada 17-21 September di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Zhuang Guangxi di China selatan, dengan tema “Memberdayakan Pembangunan dengan Digitalisasi dan Inovasi — Memanfaatkan Peluang Baru Versi 3.0 Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN untuk Membangun Komunitas dengan Masa Depan Bersama”. Lebih dari 3.200 perusahaan domestik dan asing ikut serta dalam ajang tersebut, yang menempati total area pameran hampir 160.000 meter persegi. Tahun ini, CAEXPO untuk pertama kalinya membuka paviliun AI seluas 10.000 meter persegi, menghadirkan hampir 200 perusahaan terkemuka dan tim inovasi di bidang AI.

Memasuki area paviliun, hampir 200 perusahaan dan tim dari China, termasuk Huawei, Unitree Robotics, dan iFlytek, memamerkan lebih dari seribu produk dan teknologi mutakhir, menampilkan penerapan AI di berbagai sektor.

Selain perusahaan China, sejumlah perusahaan dari negara-negara ASEAN juga meramaikan tema AI. Asosiasi Telekomunikasi dan Informasi Indonesia tahun ini membawa sejumlah perusahaan anggota ke paviliun, dengan fokus pada pemanfaatan teknologi AI, pusat data, dan layanan cloud. Mereka berharap dapat berbagi pengalaman dan menjalin pertukaran dengan China.

CEO perusahaan Indonesia Aisemsum Vivek Thomas mengatakan bahwa platform AI buatan perusahaannya mampu memberikan dukungan menyeluruh bagi perusahaan, mulai dari pembuatan rencana bisnis hingga diagnosis masalah. “Dengan platform ini, perusahaan China dapat lebih baik menjajaki dan mengembangkan pasar luar negeri,” ujarnya.

Produk-produk China seperti robot yang bisa bertinju, kacamata pintar yang bisa menerjemahkan dan menavigasi, serta big data AI untuk sektor industri dan pertanian menarik perhatian Vivek Thomas. Dia melakukan banyak diskusi mendalam dengan para pimpinan perusahaan AI China, sehingga memperoleh pemahaman lebih jelas tentang penerapan teknologi di berbagai bidang. “Pameran ini mempertemukan produk dan teknologi mutakhir dari berbagai negara, memberi banyak inspirasi. Terutama teknologi canggih China yang ditampilkan secara komprehensif di CAEXPO kali ini, sangat mengesankan,” katanya.

Baru-baru ini, dalam pertemuan meja bundar tingkat menteri China-ASEAN 2025 terkait AI, laboratorium inovasi kecerdasan buatan yang dibangun bersama oleh perusahaan Indonesia Indosat, Universitas Tsinghua China, dan Asosiasi Teknologi Indonesia resmi diluncurkan. Ketua Indosat, Vikram Sinhas, menyatakan bahwa kerja sama ini membangun jembatan inovasi antara China dan Indonesia, dengan harapan laboratorium dapat mendorong penelitian bersama dan program pendidikan untuk mencetak talenta AI unggul di Indonesia.

Wakil Duta Besar Indonesia untuk China Pei Lianjie menegaskan dalam forum tersebut bahwa AI akan terus mendorong pembangunan Indonesia. Dia menyebut Indonesia memiliki visi untuk memanfaatkan teknologi AI dalam menghadapi tantangan sosial utama, dengan fokus pada infrastruktur AI dan pemberdayaan ekonomi digital. “Kami memiliki tenaga kerja muda yang dinamis dan kebijakan pemerintah yang mendukung perkembangan AI. Melalui kerja sama internasional, kami berharap dapat memperbanyak pelatihan talenta AI dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” imbuhnya.

Selama pameran, Vivek Thomas setiap hari berdiskusi dengan rekan-rekan dari China dan negara ASEAN lainnya, bahkan mencapai sejumlah kesepakatan awal kerja sama. Dia menekankan bahwa berlakunya Versi 3.0 Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN (China-ASEAN Free Trade Area/CAFTA) akan memberikan jaminan kelembagaan bagi kerja sama AI, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi kemitraan China-Indonesia. “CAEXPO kali ini bukan hanya etalase bagi AI, tetapi juga jembatan persahabatan untuk kerja sama regional di bidang AI,” ujar Thomas.(xn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts