Ikut-Ikutan Hobi Menggowes Sepeda? Waspada Jantung Kelelahan

Kamis, 9 Juli 2020
Peserta Kejurda Balap Sepeda Seri I Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan bersiap mengikuti perlombaan, Sabtu (29/2/2020).

Jakarta, Sumselupdate.com – Tren bersepeda sedang naik daun belakangan ini, menandakan makin banyak yang sadar untuk menerapkan gaya hidup sehat. Sisi buruknya, makin banyak pula kabar pesepeda kolaps karena serangan jantung saat sedang gowes.

Adanya peningkatan risiko serangan jantung seiring maraknya tren bersepeda diakui oleh ahli jantung dari Siloam Hospital Lippo Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP. Pasien-pasien yang memang punya riwayat sakit jantung, menurutnya banyak yang latah mengikuti tren bersepeda.

Read More

“Gambarannya adalah, kira-kira sekarang di antara pasienku memang setidaknya 1 dari 3 pasien mengaku mencoba olaraga rutin, olahraganya sepeda. Dulu jarang,” tutur dr Vito.

Satu sisi, perubahan itu dipandang sebagai hal yang positif. Menurut dr Vito, bersepeda memang baik untuk kesehatan jantung jika dilakukan secara terukur, dalam arti intensitasnya diatur agar tidak terlalu maksa.

“Gowes yang berbahaya adalah: langsung forsir, ikut teman dan nggak pemanasan, dan tidak pernah check up untuk tahu sejauh mana dia mampu (melakukan) aktivitas fisik,” pesan dr Vito. (adm3/dtc)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts