Hujan Deras, Dua Rukun Tetangga di Kecamatan Pagaralam Utara Tergenang Banjir, Aktifitas Warga Terganggu

Kamis, 9 Januari 2020
Banjir yang menggenangi wilayah RT 001 dan RT 002, RW 001 belakang SMA Negeri 1 Pagaralam, Kecamatan Pagaralam Utara, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Kamis (9/1/2020).

Pagaralam, Sumselupdate.com – Hujan deras yang menguyur sejak Rabu (8/1/2020) kemarin, membuat rumah warga RT 001 dan RT 002, RW 001 belakang SMA Negeri 1 Pagaralam, Kecamatan Pagaralam Utara, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan tergenang banjir.

Selain mengenangi badan jalan hingga menyulitkan pengendara melintas, banjir juga mulai memasuki rumah warga hingga ketinggian sebatas lutut orang dewasa.

Read More

Pantauan Sumselupdate.com di lokasi, pagi ini,  kendaraan roda empat dan roda dua saat melintasi wilayah tersebut terpaksa harus antre disebabkan jalur satu arah.

Rudi Aldianto, salah satu pengendara sepeda motor mengaku, terpaksa harus memutar arah pulang lewat Dusun Pagaralam, Kecamatan Pagaralam Utara yang tembus menuju pusat Kota Pagaralam.

“Saya tidak berani melintas karena ketinggian air sudah mencapai setengah roda kereta (sepeda motor –red), apalagi ini kereta ijeksi, takut mati di tengah jalan nantinya. Jadi mau tidak mau terpaksa saya putar balik arah untuk menuju ke daerah Duapa (Dusun Pagaralam) dengan melewati beberapa kampung  lagi,” ungkapnya.

Petugas membersihkan saluran air yang berada di wilayah sedikit tinggi agar genangan banjir segera surut.

 

Sementara itu, Elho, salah satu warga setempat mengaku, air yang mengenangi badan jalan dan rumah warga sudah menjadi rutinitas setiap hujan turun.

Bahkan kata dia, sebelum warga menaikkan pondasi rumah mereka, air memasuki rumah warga mencapai satu meter.

“Banjir ini bukanlah yang pertama, air yang berasal dari alur (sungai kecil) di belakang kami ini selalu mengenangi rumah dan badan jalan, sehingga selalu membuat pengendara harus berhati-hati,” ungkapnya.

Dirinya mengaku, penyebab banjir karena debit air yang tinggi dan saluran drainase kecil yang tidak bisa menampung debit air yang tinggi.

“Tentunya dengan kondisi begini kami berharap kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota untuk segera menanggani hal ini, karena bukan sekali atau dua kali, bahkan banjir sudah menjadi langganan di wilayah kami. Dan itu bukan saja kami yang rasakan, akan tetap pengendara juga ikut merasakan kesengsaraan ini,” pungkas Elgo dengan nada kesal. (ric)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts