Hubungan Inses, Ayah Gauli Anak Selama Lima Tahun Hingga Melahirkan, Warga Sigam Muaraenim Geger

Suasana rapat yang digelar Pemerintah Desa Sigam di Balai Dusun II Miora, Desa Sigam, Kabupaten Muaraenim, Sumsel, Selasa (25/8/2020) malam.

Laporan: Syahrial Hadi

Muaraenim, Sumselupdate.com – Hubungan inses (hubungan seks sedarah) kembali menggegerkan masyarakat Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Bacaan Lainnya

Jika sebelumnya seorang ibu berinisial IA (40), warga Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muaraenim nekat mengajak anaknya berhubungan intim dengan anaknya EP (19) di kediamannya.

Kali ini peristiwa sama terjadi di Dusun II Miora, Desa Sigam, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim. Dugaan hubungan badan sedarah itu antara Ks (40) dan anak gadisnya Sr (23).

Parahnya, dugaan hubungan terlarang ini dilakukan kedua anak dan bapak kandung ini sudah dilakukan kurun waktu lima tahun terakhir.

Dari dugaan hubungan tak wajar itu Sr dua kali menggugurkann kandungannya dan kini sudah melahirkan lagi.

Diketahui, Sr sendiri merupakan anak dari istri pertama Ks yang pada tahun 2015 lalu sudah bercerai dan kini sudah menikah dan menetap di Provinsi Jambi. Sedangkan istri kedua Ks tinggal satu atap dengan Sr.

Pastinya, aib ini membuat masyarakat setempat geram. Terlebih Sr mengaku hubungan dengan ayah kandungnya itu didasari suka sama suka.

Kasus ini terungkap setelah pemerintah Desa Sigam langsung mengadakan rapat desa di Balai Dusun II Miora, Desa Sigam pada Selasa (25/8/2020) malam yang dipimpin langsung Kepala Desa Sigam Kecamatan Gelumbang, Panar Gesta Nedi didampingi Ketua BPD.

Rapat tersebubt dihadiri Kadus II Miora Desa Sigam, Sajiman, Babinsa Koramil 404-01 Gelumbang, Serda Amrita, Bhabinkamtibmas Polsek Gelumbang, Bripka Yogi Armansyah, anggota DPRD Kabupaten Muaraenim, Mukarto, SH.

Suasana rapat yang digelar Pemerintah Desa Sigam di Balai Dusun II Miora, Desa Sigam, Kabupaten Muaraenim, Sumsel, Selasa (25/8/2020) malam.

 

Turut hadir tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Dusun II Miora, Desa Sigam, Kecamatan Gelumbang.

Sayangnya baik Ks maupun Sr tidak datang ke rapat desa tersebut. Kendati demikian pemerintah desa tetap melanjutkan rapat dadakan tersebut.

Dari pantauan Sumselupdate.com keputusan rapat semalam diputuskan jika kasus ini akan dibawa ke ranah hukum dan kemudian diberlakukan hukum adat yang berlaku.

Kades Desa Sigam, Panar Gesta Nedi kepada Sumselupdate.com sangat menyayangkan di desanya dikotori dengan aib seorang perempuan hamil dari hubungan sedarah.

Menurut Panar, kasus ini sendiri berawal dari Pemerintah Desa Sigam, mendapatkan laporan dari masyarakat Dusun II Miora.

Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan mendatangi kediaman Ks. Namun saat itu tidak ada seorang pun di rumah tersebut.

Selang beberapa hari kemudian, pemerintah desa melakukan pemanggilan Sr. Pada saat itu awalnya Sr enggan mengaku siapa yang menghamili hingga saat ini sudah melahirkan.

Namun setelah didesak, Sr mengaku bahwa yang menghamilinya adalah ayah kandungnya sendiri berinisial Ks.

Berdasarkan pengakuan Sr, jika hubungan intim yang mereka lakukan sudah lebih lima tahun. Dari hubungan itu Sr mengaku sudah dua kali menggugurkan.

Mirisnya ungkap Panar, jika saat dipanggil Sr memohon kepada pemerintah desa agar ayahnya jangan dihukum karena dia sayang dan cinta.

Suasana rapat yang digelar Pemerintah Desa Sigam di Balai Dusun II Miora, Desa Sigam, Kabupaten Muaraenim, Sumsel, Selasa (25/8/2020) malam.

 

Dikatakan Panar, setelah mendapat pengakuan Sr, pemerintah desa kemudian melayangkan surat panggilan kepada Ks, namun tidak diindahkan.

Selanjutnya pada Rabu (19/8/2020) lalu kakek korban didampingi Kadus II Miora Desa Sigam, Sajiman dan tokoh agama  melaporkan peristiwa ini ke petugas Unit PPA Polres Muaraenim.

Laporan diterima oleh Unit PPA Polres Muaraenim, namun belum bisa ditindak lanjuti karena keterangan kakeknya berbeda dengan kenyataan. Ini menurut keterangan Sajiman selaku Kadus II Miora Desa Sigam.

Dari keterangan Kadus II Miora, Sajiman, menurut Panar, petugas Unit PPA Polres Muaraenim menyarankan agar yang melapor ibu kandung Sr.

“Yang pasti hasil rapat semalam diputuskan jika kasus ini harus dibawa ke ranah hukum, kemudian baru diberlakukan hukum adat dengan cara mencuci kampung. Tujuan hukuman ini diberlakukan agar tidak ada aksi anarkis dari masyarakat yang resah dengan ulah bapak dan anak tersebut,” tegas Panar. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.