Hari Tari Sedunia 29 April: Makna Tari sebagai Bahasa Universal dan Warisan Budaya

Writer: - Kamis, 30 April 2026
Seorang penari berpartisipasi dalam pertunjukan tari kipas tradisional yang dibawakan secara massal oleh para penari dari berbagai kalangan usia dalam peringatan Hari Tari Sedunia di Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, pada 29 April 2026. (Xinhua/Bram Selo)

Surakarta, Sumselupdate.com — Setiap 29 April, dunia memperingati Hari Tari Sedunia sebagai bentuk apresiasi terhadap seni gerak yang menjadi bahasa universal lintas budaya.

Peringatan ini tidak sekadar merayakan keindahan gerakan, tetapi juga menegaskan bahwa tari merupakan cerminan jiwa, sejarah, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Melalui momentum ini, masyarakat diajak untuk kembali memahami peran penting para penari dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya. Tari dinilai sebagai media ekspresi yang mampu menyampaikan pesan tanpa batas bahasa, sekaligus menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Para penari dari berbagai kalangan usia berpartisipasi dalam pertunjukan tari kipas tradisional yang dibawakan secara massal dalam peringatan Hari Tari Sedunia di Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, pada 29 April 2026. (Xinhua/Bram Selo)

Selain itu, Hari Tari Sedunia juga menjadi ruang refleksi atas dedikasi para seniman yang terus berupaya mempertahankan eksistensi seni tari di tengah perkembangan zaman.

Dengan semangat tersebut, peringatan ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan seni tari sebagai bagian dari kekayaan budaya yang tak ternilai.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts