Harga Kebutuhan Pokok di Pagaralam Beranjak Naik

Writer: - Rabu, 17 Januari 2024
Minyak goreng di toko dan pasar dikeluhkan warga. dok

Pagaralam, Sumselupdate.com – Masyarakat kota Pagaralam pusing terkait masih tingginya harga beberapa kebutuhan pokok saat ini masih terus dikeluhkan masyarakat kota Pagaralam. Tak cuma mahal bahkan beberapa bahan kebutuhan pokok sempat menghilang dari pasaran.

Pantuan di lapangan, beberapa jenis komuditas kebutuhan pokok yang masih di keluhkan masyarakat di antaranya adalah beras kemudian gas bersubsidi, kacang kedelai, pupuk serta herbisida tanaman, gula dan minyak goreng curah.

Read More

Apriani salah seorang ibu warga mengeluhkan beratnya saat ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan kondisi ekonominya yang pas-pasan dimana di rasakannya harga kebutuhan pokok di Pagaralam sering kali tidak terkendali sehingga bahkan terjadi kelangkaan yang membuat harga jualnya kian meroket.

“Saya ibu rumah tangga biasa sementara pekerjaan suami saya hanya butuh harian lepas kadang kerja serabutan jadi pendapatan tidak menentu,tapi harga beras sekarang mahal,gula juga naik,harga sayur-mayur untuk lauk juga ikut naik bahkan gas melon pun langka dan hargapun selangit jadi untuk biaya hidup sehari-hari rasanya sungguh berat sekali saat ini,” keluhnya  Selasa (17/1/2024).

Pemilik toko kelontong “Sahabat” koh Hengki mengatakan, perhari ini (Rabu 17/1) dua jenis barang kebutuhan pokok yang naik harganya adalah gula pasir dan minyak goreng curah.

Baca juga : Tahun 2024, Muba Groundbreaking Pabrik Minyak Goreng

“Perhari ini gula pasir naik jadi Rp14.500 dan minyak goreng curah naik jadi Rp15.800 perkilo gram,”terangnya Kamis (17/1).

Bahan bakar minyak serta gas elpiji bersubsidi juga terus jadi permasalahan dimana harga gas bersubsidi di pasaran telah jaiuh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah di tentukan pemerintah serta kondisi antrian BBM jenis solar subsidi yang kerap terjadi di tiap SPBU dan mengancam kelancaran pasokan logistik baik keluar atau masuk kota Pagar Alam.

Akibat kondisi ini ekonomi masyarakat kota Pagar Alam semakin tertekan dan daya beli masyarakat kian menurun.

Baca juga : Operasi Pasar Ada 8 Ton Beras dan 1,6 Ton Minyak Goreng

Ekonom sekaligus rektor Universitas Lembah Dempo DR.Elvera SE MM mengungkapkan kenaikan harga atau kelangkaan komuditas yang jadi kebutuhan pokok  masyarakat  merupakan salah satu faktor kunci terjadinya inflasi dimana di saat komuditas sukar di dapatkan maka berlaku hukum pasar yakni semakin di butuhkan maka akan semakin mahal dan di tambah faktor biaya produksi suatu barang atau jasa.

“Inflasi bisa terjadi jika  kebutuhan akan suatu barang atau jasa sangat tinggi namun ketersediaannya tidak mencukupi atau karena kenaikan biaya produksi barang dan jasa tersebut,” ujarnya Rabu  (17/1)

Untuk itu kata Elvera sangat perlu untuk segera melakukan langkah-langkah strategis oleh para pemangku kepentingan di daerah agar kondisi ini tidak dapat di atasi.

“Salah satu metode untuk menekan inflasi adalah pemerintah mengintervensi pasar dengan mengatur harga barang dan jasa yang menyebabkan inflasi,caranya dengan memasok barang yang di butuhkan sehingga ketersediannya mencukupi atau bisa juga dengan mengurangi tarif pada barang kebutuhan tersebut dan yang lebih penting lagi adalah dengan meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga daya beli tetap terjaga,” bebernya.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts