Hadapi Persiraja, Pemain SFC di Bawah Ancaman Kelelahan Fisik

Kamis, 26 September 2019
Kas Hartadi

Banda Aceh, sumselupdate.com – Kebugaran fisik menjadi kendala cukup berat bagi Sriwijaya FC (SFC) saat bertamu ke markas Persiraja Banda Aceh di Stadion H Dimurthala Lampineung, Jumat (27/9/2019) malam.

Tidak hanya ancaman dari tuan rumah, persoalan fisik juga jadi persoalan mengingat perjalanan jauh yang habis ditempuh dari Palembang menuju Banda Aceh. Amrizal dan kawan-kawan menempuh hampir 10 jam perjalanan.

Read More

“Kondisi pemain cukup kelelahan karena perjalanan yang jauh. Saat transit di Medan, kita harus menunggu lebih dari lima jam,” kata pelatih SFC Kas Hartadi dibincangi di Hotel Kumala, Banda Aceh, Kamis (26/9/2019).

Kas mengatakan, tim bertolak dari Palembang pukul 13.20 WIB, menuju Bandara Internasional Kualanamu, Kota Medan. Perjalanan dilanjutkan pukul 21.00 WIB dan baru tiba di Hotel Kumala pukul 22.30 WIB.

“Di Medan kita delay cukup lama akibat cuaca buruk, praktis kedatangan kita menjadi sedikit terlambat. Makanya, saya suruh pemain untuk istirahat agar kondisi mereka cepat bugar,” tambah pelatih lisensi A AFC itu.

Ditambahkannya, tim akan melakukan Official Training (OT) atau ujicoba lapangan pukul 17.00 WIB, karena tidak mendapat jatah malam hari. Kondisi ini cukup merugikan karena SFC belum pernah bertanding malam hari.

“Kalau OT malam, kita bisa adaptasi soal cuaca, termasuk penerangan di stadion karena SFC tidak pernah latihan malam, apalagi bermain malam hari. Tapi, karena tidak diperbolehlan. Ya kita ujicoba lapangan sore saja. Semoga saja pemain bisa tampil maksimal di pertandingan nanti,” ucap arsitek asal Solo itu.

Sementara penjaga gawang SFC Galih Sudaryono mengaku, kualitas  Stadion H Dimurthala Lampineung tidak terlalu baik, karena merupakan stadion lama.

“Stadion lama, kondisi lapangan tidak terlalu baik. Musim lalu saya pernah bermain di Aceh melawan Persiraja saat membela Persis Solo. Hasilnya, kami kalah 0-1,” kata Galih.

Galih juga sedikit menjelaskan alasan pertandingan di Aceh selalu digelar malam hari. Itu semua terkait penerapan syariat Islam.

“Di Aceh tidak boleh ada pertandingan yang digelar bersamaan dengan waktu salat. Pertandingan digelar pukul 20.30 WIB setelah Salat Isya. Walau bermain malam, tapi pendukung Persiraja sangat fanatik dan selalu memadati stadion,” tukasnya.

Pernyataan Galih juga dibenarkan Liasion Officer (LO) Persiraja, yang menjemput rombongan SFC di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Menurut mereka, penerapan syariat Islam, wajib dilakukan di Banda Aceh.

“Makanya tidak boleh ujicoba lapangan malam hari, karena aturannya sudah ada. Sudah banyak tim minta ujicoba lapangan malam hari, tapi tidak dapat izin dari Kapolres dan Pemerintah Kota Aceh,” tutupnya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts