Semarang, Sumselupdate.com – Setelah menjalani perawatan dan kondisinya membaik, guru yang dibacok muridnya di dalam kelas di Demak, Jawa Tengah, sudah boleh dijenguk.
Ali Fathkur Rohman, guru yang dibacok muridnya di sebuah Madrasah Aliyah (MA) itu dirawat beberapa hari di RSUP Kariadi Kota Semarang.
Bupati Demak Eistianah menganjurkan Ali untuk tetap dirawat sembari memulihkan traumanya.
Ali merupakan guru MA Yasua. Dia dibacok muridnya berinisial MAR (16) di dalam kelas di MA Yasua, Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Demak, Senin (25/9/2023). Pembacokan itu mengakibatkan Ali nyaris tewas.
“Lukanya dari ujung telinga kiri, hingga telinga kanan,” ujar korban Ali Fathkur Rohman, saat ditanya Bupati Demak Eistianah di RSUP Kariadi Kota Semarang, Jumat (29/9/2023) kemarin.
Setelah berkomunikasi dengan korban, Bupati Demak Eistianah berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran dan evaluasi bagi semua pihak, baik dunia pendidikan, guru, maupun orang tua siswa.
Bupati menilai, aksi nekat tersebut dilakukan karena adanya tekanan, meskipun tidak dibenarkan.
“Kami mengimbau semuanya, para guru, ustaz, ustazah. Jika ada masalah, kita komunikasikan kepada orang tua, sehingga ini menjadi keterbukaan dan bisa dicegah upaya preventif lebih dini, sehingga tidak seperti ini terjadi,” tegas Bupati Demak Eistianah.
Sementara itu, bos MAR, yang akrab dipanggil Bang Jay kaget dan tidak menyangka anak buah yang sudah ikut dia selama empat tahun, tega menganiaya gurunya.
“Orangnya jujur, amanah, kalau saya pergi tahlil gitu, dia yang nunggu (warung) sendiri. Orangnya pintar, cekatan, cuma kalau di luar saya tidak tahu, orangnya baik-baik saja selama kerja di sini. Dia sudah 4 tahun kerja di sini, dari SMP kelas 2, sampai SMA kelas 2,” ujar Bang Jay.
Bang Jay merupakan bos tempat MAR bekerja di sebuah warung bakmi jowo, tak jauh dari rumah MAR.
Menurutnya, MAR merupakan tulang punggung bagi keluarganya. MAR, ujarnya, sering meminjam uang kepadanya, guna mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Pernah saya tanya, uang hasil kerjanya buat apa, dia jawab bahwa uangnya habis dikasih ke ibunya,” ujar Jay.
MAR kadang berutang untuk kebutuhan sekolah adiknya. “Nanti kadang bon (utang) lagi buat ibunya jahit, atau bayar iuran PKK,” katanya. (bsc)











