Palembang, Sumselupdate.com – Salah satu momen penting di bulan suci Ramadhan adalah Nuzulul Quran.
Nuzulul Quran adalah malam peringatan turunnya Alquran pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira.
Nah, malam ke-17 ramadhan merupakan malam Nuzulul Quran di mana pada bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah atau tahun 2022, 17 Ramadhan jatuh pada Selasa (19/4/2022).
Pada momen ini, umat muslim di bulan suci Ramadhan memperingati malam Nuzulul Quran dengan melakukan berbagai kegiatan seperti yang dilakukan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumatera Selatan (Sumsel).
PGRI Sumsel meminta para guru pun memaknai dan mengamalkan Nuzulul Quran ini.
Hal ini disampaikan Ketua PGRI Sumsel H Ahmad Zulinto, SPd, MM usai berbuka puasa dan tarawih bersama PGRI Sumsel dan Badan Pengurus Harian (BPH) Pengurus Besar (PB) PGRI pada Universitas PGRI Palembang, Senin (18/4/2022) malam.
Kegiatan ini dihadiri juga oleh para pengurus PGRI Provinsi Sumsel, PBH PB PGRI pada Universitas PGRI Palembang beserta jajaran, para Wakil Rektor (Warek), Dekan, para pimpinan, dosen, pengelola di lingkungan Universitas PGRI Palembang, para kepsek dan guru serta anak-anak yatim dari beberapa panti asuhan.
Zulinto mengatakan, terutama perannya sebagai pendidik, para guru harus paham Alquran adalah sumber segala ilmu.
Maka dari itu, kata Zulinto, Nuzulul Quran menjadi momentum mewujudkan Alquran sebagai sumber inspirasi dalam mengajar.
“Semua ilmu ada dalam Alquran, semua guru harus mengambil hikmahnya, selain membaca dan merenungi saat Ramadhan, tapi isi kandungannya dimanfaatkan, semua ilmu ada di Alquran,” katanya.
Menurutnya terutama guru adalah contoh di masyarakat, maka jadilah sebaik-baiknya contoh agar kebaikan diserap oleh masyarakat.
“Karena ini momen satu tahun sekali maka harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik,” katanya.
Selama bulan suci Ramadhan, PGRI Sumsel melakukan safari Ramadhan ke masjid-masjid.
Selama safari itu pihaknya memohon maaf juga karena pelayanan pendidikan selama pandemi ini tidak sempurna.
“Dengan adanya daring dan luring, guru harus ekstra, dengan teknologi saja semua (ilmu) tidak bisa disampaikan dengan baik,” katanya. (iya)











