Gelar Demo, LAIBPAN Sumsel Desak Kejari Usut Proyek Taman Kota Inderalaya

Massa dari LAIBPAN Sumsel menggelar demonstrasi di depan Kantor Kejari Ogan Ilir, Rabu (7/10/2020).

Laporan: Henny Primasari

Inderalaya, Sumselupdate.com – Massa dari Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara (LAIBPAN) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menggelar demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (7/10/2020).

Bacaan Lainnya

Dalam aksinya, pengunjuk rasa meminta penyidik Kejari Ogan Ilir mengusut dugaan penyimpanga proyek Taman Kota Inderalatan yang sudah dianggarkan empat kali mulai tahun 2017 hingga 2020.

“Dari hasil investigasi yang kami lakukan, diduga adanya penyimpangan pada pekerjaan pembangunan Taman Kota Inderalaya yakni terjadinya mark up harga satuan material dalam rencana pembangunan (RAB) dinilai tidak mengacu dengan standar harga yang tertera pada sistem katalog elektronik lembaga kebijakan pengadaan barang,” kata Koordinator Aksi Yongki Ariansyah.

Menurut Yongki, selain itu pengerjaan bangunan Taman Kota Inderalaya tersebut kekurangan volume dan tidak sesuai dengan RAB dan mutu bangunan tidak sesuai spefikasi yang ada.

“Proyek Taman Kota Inderalaya tersebut banyak sekali kekurangan mulai dari volume, mutu bangunan yang tidak sesuai denga spesifikasi sehingga cepat mengalami kerusakan,” katanya.

Di samping itu, pihaknya mempermasalahkan juga pengerjaan jalan cor beton menuju kediaman keluarga Bupati Ogan Ilir yang terletak di Desa Palemraya. Di mana proyek ini diduga terjadinya mark up harga satuan meterial.

“Pengerjaan cor beton yang menuju kediaman masih keluarga Bupati diduga kekurangan volume tidak sesuai dengan RAB, selain itu juga pihak pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Ogan Ilir tidak maksimal dalam mengawasi pekerjaan pembangunan cor beton tersebut sehingga terkesan asal-asalan,” jelasnya.

Dirinya mendesak penyidik Kejari Ogan Ilir untuk melakukan pemeriksaan, pengauditan, dan invetigasi khusus ke lapangan atas dugaan penyimpangan pada proyek Taman Kota Inderalaya tahun anggaran 2017 sampai 2020.

“Kami mendesak pihak Kejari untuk melakukan pemeriksaan kelapangan terkait taman kota yang sudah dianggarkan dari tahun 2017 sampai 2020,” ucapnya.

Selain itu pihaknya mendesak Kejari untuk melakukan pemeriksaan jalan cor beton menuju kediaman keluarga Bupati di Desa Palemraya.

“Kami juga mendesak kepada Kejari untuk melakukan pemanggilan terhadap pimilik perusahan untuk menanyakan keberadaan proyek pembangunan cor beton yang menuju kediaman keluarga Bupati,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Ilir yang diwakili oleh  Efan Apturedi mengatakan, terkait aksi yang dilakukan demo tersebut pihaknya akan menindak lanjuti laporan tersebut.

“Terima kasih atas informasi yang sudah diberikan dan kami akan menindak lanjuti laporan yang sudah kami terima,” katanya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.