Gawat, di Bulan Puasa Belasan Pelajar Ini Diamankan Sedang ‘Teler’

Selasa, 13 Juni 2017
Para pelajar diamankan di markas Sat Pol PP PALI.

PALI, Sumselupdate.com – Bulan Ramadhan harusnya membuat umat Muslim makin khusyuk beribadah dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan. Namun 11 orang pelajar ini malah terjaring razia Sat Pol PP Kabupaten PALI sedang dalam keadaan mabuk obat batuk serta lem aibon.

Bahkan dari 11 pelajar yang diamankan terdapat satu orang siswi serta juga diamankan bungkus minuman obat batuk jenis komix dan beberapa kaleng lem aibon di sekitar tempat mereka diamankan.

Read More

“Kami cuma duduk-duduk saja di sana, kami tidak mabuk, kan kami juga lagi puasa,” ujar RN (15), salah seorang siswa kelas 2 di salah satu SMP di Kecamatan Talang Ubi saat diamankan petugas Sat Pol PP.

Setelah digelandang dan dibawa ke kantor satpol-pp yang terletak di jalan Merdeka KM 10, Kelurahan Handayani Mulia, kesebelas siswa itu diperiksa lebih lanjut, seperti isi handpone yang dibawa oleh mereka.

“Ada salah satu pelajar kedapatan menyimpan video porno di ponsel dan setelah diamankan mereka tak segan minum air mineral, padahalnya mereka mengaku puasa. Inikan merupakan satu contoh buruk dan perlu peningkatan pengawasan orangtua,” kata Zulkopli, Kabid Linmas Sat Pol PP PALI.

Ditempat yang sama, Kasat Pol PP PALI, Mukhlis Nabil BA, menuturkan tidak akan memulangkan siswa bila orangtua atau kepala sekolahnya tidak datang menjemput dan diberikan perjanjian serta teguran baik agar lebih waspada lagi dalam menjaga anak-anak mereka.

“Anggota kita melakukan swepping pada anak muda yang nongkrong dan kedapatan mengkonsumsi aibon dan komik. Selanjutnya kita akan memanggil orang tua dan kepala sekolahnya kalau mau anak muridnya pulang,” kata Mukhlis.

Selain itu, Mukhlis juga meminta kepada seluruh orang tua untuk lebih mengawasi dan membatasi setiap tingkah anak yang melebihi batas pergaulannya.

“Satu diantara mereka kedapatan menyimpan video porno, artinya pengawasan orang tua kurang, ini yang harus diwaspadai, jangan samapai moral generasi penerus kita rusak, gara-gara kurangnya pengawasan di masa dini,” tandasnya. (adj)‎

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts