Dua Kubu DPW PPP Sumsel Gelar Muswil

Sekretaris DPW PPP Sumsel Agus Sutikno, SE, MM, MBA

Palembang, Sumselupdate.com – Sekretaris DPW PPP Sumsel Agus Sutikno, SE, MM, MBA, menegaskan calon eksternal partai tidak bisa untuk masuk jadi ketua maupun sekretaris pada Muswil ke-VIII DPW PPP Sumsel yang akan berlangsung di Hotel Aston, Senin (25/7) pukul 15.00.

“Calon dari eksternal, newcomer bisa jadi pengurus tapi tidak dalam posisi ketua dan sekretaris. Karena untuk kedua posisi itu mereka harus pernah menjadi pengurus satu periode di tingkatan itu, ataupun tingkat di atas maupun di bawahnya,” kata Agus Sutikno  didampingi Ketua Steering Committee Muswil DPW PPP Sumsel Drs H Azhari AS, MH, Sekretaris SC Ir Muhammad Id, Ketua OC Rofiqo SSos I, Plt Ketua KH Muslih Qorie, Wakil Ketua Rizal Kenedy, SH, MM, Jumat (22/7).

Bacaan Lainnya

Menurut Agus yang digadang-gadang bakal menjadi calon kuat Ketua, untuk mekanisme dalam pemilihan Muswil nanti sudah baku sesuai AD/ART partai.

“Mekanismenya sudah baku di AD/ART Partai. Pemilik suara itu ada di DPC. Total suara ada 32 suara plus 1 dari DPP. Nantinya memilih Ketua Formatur sekaligus Ketua DPW dan 6 formatur pendamping. Sebanyak 7 formatur inilah yang akan menyusun secara full kepengurusan DPW,” jelas Agus yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumsel.

Muswil ke-VIII ini akan dibuka Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan Ir H Muchammad Romahurmuziy, MT. Turut hadir nantinya Sekjen DPP PPP H Asrul Sani, SH, MSi, Ketua Majelis Pakar Drs H Lukman Hakim Saifuddin sekaligus Menteri Agama RI, anggota majelis tinggi DPP PPP.

Ketua Steering Committee Muswil DPW PPP Sumsel Drs H Azhari AS, MH mengatakan, nantinya juga akan hadir Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin, SH, seluruh bupati/walikota yang selama ini diusung dalam pilkada.

Ketika ditanya wartawan soal adanya agenda Muswil DPW PPP Sumsel DPW PPP Sumsel kubu Djan Faridz di kantor DPW PPP Sumsel KM 7, Sabtu (23/7) pukul 14.00, Azhari menjawab diplomatis.

“Saya tidak mengomentari mana yang salah mana yang tidak, mana yang diakui mana yang tidak. Bukan ranah saya. Mau mana yang sah dan tidak. Mahkamah Partai dan Menkumham sudah menyerahkan surat pernyataannya. Kita loyal dengan keputusan yang berlaku putusan dari pemerintah, loyal dengan putusan pengadilan maupun Mahkamah Partai,” kata Azhari AS.

Plt Ketua DPW PPP Sumsel kubu Romahurmuziy berpendapat, institusi yang sah adalah yang diakui negara.

“SK Menkumham. Kita harus patuh. Kalau untuk Pilkada yang diakui pemerintah, yang ada SK dari Menkumham. Mudah-mudahan yang kita lakukan benar menurut pemerintah, maupun agama,” ujarnya.

Sedangkan Ketua DPW PPP Sumsel kubu Djan Faridz, Ibnu Hajar maupun Sekretarisnya Abdul Rahman menyatakan pihaknnya juga siap menggelar Muswil yang akan berlangsung di Kantor DPW PPP Sumsel KM 7, Sabtu (23/7) pukul 14.00.

“Ya besok kita Muswil. Aku lagi di pintu pesawat nak ke Palembang,” kata Ibnu Hajar ketika dihubungi wartawan.
Menanggapi bakal digelarnya Muswil DPW PPP Sumsel kubu Romahurmuziy, Abdul Rahman sendiri tidak begitu mempersoalkan.

“Silahkan saja dak jadi masalah. Mengalir saja. No problem. Persoalannya, SK Menkumham itu sudah dibatalkan. Secara de facto dan uji materiil, dan berdasarkan fatwa MA, PPP kita (kubu Djan Faridz) yang sah,” kata Rahman. (ery)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.