DPP Partai Golkar Masih Godok Tujuh Balonkada yang Akan Diusung di Pilkada Serentak Sumsel

Partai Golkar.

Palembang, Sumselupdate.com – Nama-nama tujuh pasangan bakal calon (balon) di pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 9 Desember 2020 nanti, hingga kini masih digodok Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Ketua Harian DPD Partai Golkar Sumsel Anita Noeringhati, Selasa (23/6/2020), mengatakan, Partai Golkar belum mengeluarkan nama-nama pasangan balon kepala daerah yang akan diusung, karena masih berproses di DPP.

Read More

Anita mengatakan, sebelum menentukan nama-nama balon kepala daerah, DPP Partai Golkar terlebih dahulu melakukan survei elektabilitas calon yang bakal diusungnya nanti.

“Sebelumnya kita sudah mengajukan sejumlah nama bakal calon kepala daerah ke DPP Golkar. Nantinya, nama-nama tersebut akan diplenokan dan itu dihadiri oleh Ketua DPD Golkar Sumsel, dan apa yang disampaikan oleh ketua DPD akan menjadi pertimbangan teknis maupun non tekhnis bagi DPP untuk menentukan calon yang diusung,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Anita juga berpesan kepada bakal calon kepala daerah yang nantinya diusung oleh Golkar, untuk tidak melupakan kesepakatan politik.

Di antaranya harus merealisasikan visi misinya, dan bekerja sesuai tugas dan fungsinya sebagai kepala daerah.

“Begitu komitmen dengan Golkar, kesepakatan itu harus dijalankan,” tukasnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Golkar Sumsel Dodi Reza Alex Noerdin memastikan, dari tujuh kabupaten yang melaksanakan Pilkada serentak 2020, lima daerah sudah final dukungan partai berlambang pohon beringin itu.

Kelima daerah itu merupakan petahana atau masih menjabat sebagai kepala daerah atau wakilnya, yaitu Musirawas Utara (Muratara) ke pasangan calon Syarif Hidayat (petahana)-Suryan Sopian.

Kabupaten Penukal Abab lematang Ilir (PALI) Partai Golkar mengusung Heri Amalindo (petahana)- Soemarjono.

Kemudian Ogan Komering Ulu (OKU) ke balon pasangan petahana Kuryana Azis-Johan Anuar, OKU Timur Feri Antoni (Wabup petahana)-Meillinda, dan OKU Selatan diberikan ke petahana saat ini Popo Ali-Sholehien Abuasir, yang semuanya sedang diproses sesuai tahapan di DPP atas usulan DPD Golkar Sumsel.

“OKUS sudah fix ke Popo, OKU Kuryana-Johan, PALI Heri Amalindo-Soemarjono, Muratara ke Syarif Hidayat, dan OKU Timur masih ke Feri. Sedangkan untuk Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan Ogan Ilir (OI) saat ini masih dalam proses,” ujar Dodi Reza.

Bupati Musi Banyuasin (Muba) ini sebelumnya mengungkapkan, jika ketua DPD Golkar Kabupaten Ogan Ilir, Endang PU Ishak tidak akan diusung saat Pilkada setempat 2020 mendatang, baik sebagai calon Bupati ataupun Wakil Bupati dari partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Jadi, tidak akan diusung di manapun (Endang PU Ishak),” terangnya.

Menurutnya, Endang meski sudah mendapat penugasan partai sebelumnya, ternyata elektabilitasnya selama ini tidak bagus dan dianggap indisipliner.

“Saya evaluasi surat tugas bagi kandidat Bapaslon Pilkada, dikarenakan tingkat elektoral dan indisipliner partai. Dipastikan bagi Ogan Ilir, bacawabup dari partai Golkar akan diganti,” tandasnya.

Disinggung soal siapa yang akan menggantikan Endang, yang akan diusung Golkar nantinya, putra mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin ini, mengaku sudah merekomendasikan nama kader Golkar yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Ogan Ilir Suharto.

“Untuk OI ada nama Suharto, pertimbangannya elektabilitas. Tidak mendaftar tidak masalah, karena dia menggantikan kader partai Golkar,” tandasnya seraya untuk Pilkada Mura dukungan masih tetap terbuka bagi setiap kandidat yang ada, termasuk petahana.

Suharto sendiri saat dikonfirmasi, mengaku belum bisa memberikan tanggapan soal namanya direkomendasikan DPD Golkar Sumsel untuk jadi bakal calon wakil Bupati Ogan Ilir.

Ia pun sebagai kader Golkar menyerahkan sepenuhnya ke partai nantinya, dan mengingat selama ini ia juga tidak pernah mendaftar sebagai balon Bupati atau wakil Bupati di partai politik yang ada, termasuk Partai Golkar saat melakukan penjaringan balonkada.

“Saya belum bisa ngasih berkomentar untuk masalah itu, dan menyerahkan ke petinggi Golkar, sebab kita (saya) tidak daftar. Tapi kita akan patuhi perintah partai nanti, ikuti perintah partai saja nanti. Tapi kita tidak tahu sehari dua hari ke depan,” pungkasnya. (tra)

 

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.