Pangkalan Balai, Sumselupdate.com – Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri) menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) dalam bentuk pendampingan dan pelatihan pembuatan LKPD dalam pembelajaran berdifrensiasi bagi guru TK dipusatkan di Aula SPNF SKB Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sabtu (7/9/2024).
Tim pelaksana PPM terdiri dari Taruni Suningsih, MPd selaku ketua pelaksana dengan anggota Dra Rukiyah, MPd dan Akbari, MPd dengan melibatkan 8 mahasiswa Prodi PG-PAUD FKIP UNSRI Angkatan 2022 sebagai fasilitator.
Adapun peserta pendampingan dan pelatihan pembuatan LKPD dalam pembelajaran berdifrensiasi bagi guru TK berasal dari guru-guru TK se-Kabupaten Banyuasin sejumlah 20 orang.
PPM ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para guru untuk mengintegrasikan konsep pembelajaran berdiferensiasi dalam bentuk Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Dalam sambutannya, Kepala Disdikbud Kabupaten Banyuasin, Aminuddin, SPd, SIP, MM mengatakan pentingnya program PPM untuk meningkatkan mutu Lembaga TK se-Kabupaten Banyuasin.
Dikatakan Aminuddin, saat ini dari 389 TK yang terdiri dari 17 TK berstatus negeri dan lainnya berstatus swasta pada wilayah Kabupaten Banyuasin, belum ada TK di Kabupaten Banyuasin yang terakreditasi A.
“Maka, tujuan PPM ini sangatlah penting sebagai upaya peningkatan mutu Lembaga TK se-Kabupaten Banyuasin,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PPM Prodi PG PAUD FKIP Unsri, Taruni Suningsih, MPd menjelaskan jika tema PPM kali ini mengusung isu kendala guru TK dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi pada Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).
“Saat ini guru TK diberikan kebebasan berinovasi untuk mengekspresikan dan mengeksplorasi ide, gagasan, dan imajinasi melalui pembuatan bahan belajar berupa LKPD yang kreatif dan tidak mononton agar sesuai dengan karakteristik dan profil belajar masing-masing anak usia dini,” katanya.
Di tempat yang sama, anggota PPM Prodi PG PAUD FKIP Unsri, Dra Rukiyah, MPd mengatakan konsepsi pembelajaran berdiferensiasi untuk anak usia dini perlu memperhatikan aspek konten yang mau diajarkan, aspek proses berupa kegiatan yang bermakna dan menyenangkan, serta aspek asesmen yang dapat mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.
Ketiga aspek tersebut, Rukiyah bilang, dapat diwujudkan dalam bentuk modifikasi LKPD dalam pembelajaran berdiferensiasi.
“Sepatutnya guru TK berfungsi sebagai pendamping fasilitator, dan motivator yang mampu mendorong anak untuk menjadi pembelajar. Semua anak memiliki kemampuan yang berbeda satu sama lain, tetapi konsep pembelajaran berdiferensiasi berarti menghargai bagaimana setiap anak berbeda dalam kemampuannya. Oleh karena itu, pembelajaran berdiferensiasi sangat cocok digunakan dalam proses pembelajaran di PAUD,” jelasnya.
Sedangkan anggota PPM Prodi PG PAUD FKIP Unsri, Akbari, MPd menjelaskan jika kriteria LKPD untuk anak usia dini perlu memuat kejelasan capaian pembelajaran; variasi aktivitas dari yang mudah hingga sulit; ragam aktivitas yang sesuai dengan minat, bakat, dan kebutuhan anak; memiliki prosedur aktivitas yang sesuai tahapan anak; meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap anak dengan memperhatikan alokasi waktu; mendorong anak untuk mempraktikkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari; menggunakan bahasa yang baik dan mudah dipahami; serta bentuk sajian yang menarik bagi anak.
“Kegiatan ini, membantu para guru TK untuk membuat LKPD pembelajaran berdireferensiasi yang baik, sesuai tahapan, karakteristik, dan dapat diterapkan pada anak usia dini,” ujar Akbari.
Dengan demikian, tambah Akbari, kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan dan pendampingan yang hanya memberikan pemahaman dan keterampilan kepada para guru.
Namun melainkan, salah satu langkah kecil yang akan berdampak besar dalam upaya peningkatan kualitas guru dan mutu pendidikan khususnya Lembaga TK di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.











