Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Peristiwa meninggalnya guru Seni Rupa SMA 1 Torjun (SMATor), Achmad Budi Cahyanto setelah diduga dipukul siswanya beberapa waktu lalu langsung memantik perhatian publik dan rekan sepropesinya. Mereka menyampaikan rasa simpati dan kepeduliannya terhadap guru Budi, salah satunya dengan menggelar doa bersama.
Ketua PGRI Lubuklinggau Erwin Susanto didampingi Sekretaris Aren Prima mengungkapkan, pihaknya, Kamis (8/2) nanti bakal menggelar doa bersama di seluruh SD, SMP dan SMA se-Lubuklinggau. “Ya, sebagai bentuk simpati dan kepedulian kita, kami akan menggelar do’a bersama yang diikuti seluruh guru dan siswa dimasing-masing sekolah,” ujarnya.
Aksi solidaritas tersebut bakal dilakukan sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) disekolah dimulai. Seluruh peserta diminta menggunakan pita hitam sebagai tanda kepedulian terhadap Guru Budi. “Kita berdo’a semoga itu kejadian yang terakhir, tidak ada lagi kejadian-kejadian serupa di dunia pendidikan di Indonesia,” katanya.
Menurutnya, peristiwa yang menimpa Guru Budi harus dijadikan bahan evaluasi dan pembelajaran bagi semuanya. Ada baiknya, para guru dapat memberikan hukuman kepada siswanya yang melanggar melalui guru piket atau guru BK. “Kordinasikan kepada perangkat sekolah, bila perlu panggil orang tua wali murid untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Tapi kejadian itu kerap terjadi spontanitas dikelas, guru juga manusia,” tukasnya.
Senada dikatakan Ketua Forum Guru Dan Tenaga Kependidikan Non PNS (F- GTK Non PNS) Kota Lubuklinggau, Alvinus Novian Ganda Wijaya mengatakan, sekitar 946 anggotanya juga bakal menggelar aksi solidaritas berupa do’a bersama untuk Guru Budi. “Kami akan berkumpul dan berdo’a untuk rekan sejawat kami,” pungkasnya. (and)











