Di Tangan Pelajar ini, Barang Bekas Disulap menjadi Barang Mewah

Jumat, 19 Februari 2016
Dari Kiri ke kanan : Tampak Riki, Dewigarnis, dan Dian tengah menjelaskan barang bekas yang disulapnya menjadi barang mewah.

PALI, Sumselupdate.com -Barang bekas seperti koran, kartu remi bekas, piringan Compact Disc (CD), kardus yang sudah tidak terpakai, di tangan para pelajar SMK Negeri 1 Penukal, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI ini bisa menjadi barang mewah.

Kegiatan me-recycle barang bekas tersebut sudah berlangsung lebih kurang tiga tahun. Di bawah arahan dan bimbingan Dewinta, Guru Mata Pelajar Seni dan Budaya SMK Negeri 1 Penukal, para pelajar ini menyulap barang-barang yang tak berharga menjadi barang dengan nilai ekonomis tinggi.

“Saya terinspirasi ketika saya duduk di bangku kuliah dulu. Pada saat itu, saya memanfaatkan barang bekas seperti itu, kemudian diubah menjadi barang mewah seperti yang sekarang anak-anak (pelajar -red) buat,” tutur Dewinta.

Bagi wanita berparas cantik ini, membagi ilmu kepada para siswa sudah menjadi kewajibannya.

“Tidak ada salahnya, ilmu yang saya dapat ketika kuliah, saya transfer ke mereka. Dan Alhamdulillah mereka pun memiliki nilai kreativitas yang tinggi, sehingga saya bisa dengan mudah mengarahkannya,” ujar Alumni jurusan Seni Universitas PGRI Palembang itu.

Namun, pada awal memulai kerajinan tangan ini, wanita asli Penukal tersebut menemukan beberapa tantangan dan kesulitan.

“Iya, kita sering kekurangan bahan baku bahkan dana untuk mengerjakan kerajinan tangan tersebut. Namun, dengan segala keterbatasan itu kami tidak putus asa. Bahkan, pada saat festival Jambore Pemuda Daerah (JPD) tahun 2014 di Jakarabaring Palembang, pada bazarnya kami mendapat juara 1 kategori pameran,” ungkap Dewinta dengan bangga.

Tidak hanya itu, pada saat pameran itu pula, Dewinta menambahkan pernah ada orang yang sempat menawar kerajinan tangan mereka untuk dibeli. “Ada yang ingin beli malah,” sambungnya.

Dirinya berharap, kreativitas seperti ini tetap dipertahankan oleh para pelajar SMK Negeri 1 Penukal.
“Saya harap ke depannya, mereka mampu mempertahankan kreatiVitas mereka. Bahkan kalau perlu, akan kita kembangkan menjadi sebuah usaha yang bisa mendatangkan keuntungan bagi mereka,” tandas Dewinta.

Sementara itu, Riki Ramadhon salah satu siswa SMK Negeri 1 Penukal yang ikut membuat kerajinan tangan mengaku senang.

“Ini kita buat dari koran bekas, kardus bekas, bahkan bambu. Kita bisa membuat kapal-kapalan, Rumah Gadang Hias, pokoknya bermacam barang sesuai dengan permintaan dan keinginan kami,” beber pelajar kelas XII ini.

Riki dan pelajar yang lain berharap, agar kreativitas seperti ini dapat dikembangkan.

“Kami harap, kreativitas memanfaatkan barang bekas seperti ini dapat terus berjalan, dan bahkan bisa tambah lebih maju. Kalau perlu, akan kita promosikan dan menjadi Icon sekolah kami, bahkan Kabupaten PALI,” harap Riki bersama Dewigarnis dan Dian pada saat berbincang dengan media ini. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.