Palembang, Sumselupdate.com – Curah hujan yang cukup tinggi terjadi di bulan Oktober 2016 di Provinsi Sumatera Selatan berdampak dengan pasokan bahan pokok seperti cabai, bawang merah dan tomat sehingga harga bahan pokok tersebut di pasar meroket naik.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel, Permana, Rabu (19/10/2016), mengakui naiknya harga bahan pokok di pasaran karena pasokannya terlambat masuk ke pasar. Apalagi, pasokan bahan pokok yang berasal dari Sumsel hanya menyumbang 23 persen. Sisanya didatangkan dari provinsi Jawa Barat seperti Bogor dan Sukabumi karena konsumsi masyarakat Sumsel terhadap Cabai, Bawang dan Tomat cukup tinggi
“Karena musim hujan jadi pasokannya terlambat dan harganya meningkat. Sumsel ini untuk produk holtikulturanya dipasok dari Pagar Alam, Muara Enim Lahat sama Lubuk Linggau,” ujarnya.
Tetapi, sambung Permana, meroketnya harga cabai dan bawang di pasaran hanya sementara saja, karena saat ini masih musim hujan.
“Pada musim hujan seperti ini, banyak produk-produk holtikultura yang busuk dan mengakibatkan pasokan ke pasar menjadi terhambat harga menjadi naik saat ini, dirasakan memang dua kali lipat,” katanya.
Tetapi, menurut Permana, hal ini hanya akan berlangsung sementara dan diperkirakan hanya berlangsung sekitar dua minggu, setelahnya akan stabil kembali.
“Upaya kami nanti akan mendata kembali, kemudian bekerjasama dengan Dinas Pertanian Holtikultura dan Ketahanan Pangan agar meningkatkan lahan Holtikultura supaya kita memenuhi kosumsi di daerah Sumsel,” jelasnya. (adi).











