PALI, Sumselupdate.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan berjanji akan segera memantau penyebab melonjaknya harga bawang putih dan bawang merah yang terjadi di Pasar Inpres Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI yang sudah memasuki pekan kedua.
Plt Kepala Disdagprin Kabupaten PALI Ida Martini saat dihubungi, Kamis (13/2/2020), mengatakan, kenaikan harga bawang putih dan bawang merah tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten PALI, tapi juga di daerah lain.
“Kenaikan harga bawang putih sudah menjadi isu nasional sepekan terakhir. Namun, kami juga belum mengetahui pasti penyebabnya. Tapi, bisa jadi kenaikan harga bawang disebabkan karena faktor cuaca, yang mana pada musim hujan menyebabkan pasokan bawang terbatas, namun hal itu menjadi ranah Dinas Pertanian untuk kebenarannya,” jelas Ida Martini.
Menurut Ida Martini, pihaknya sudah berkomunikasi dengan beberapa pedagang bawang di Pasar Inpres Pendopo dan hasilnya para pedagang mengaku tidak mengambil untung banyak.
“Artinya, para pedagang juga mengambil bawang putih dari agen juga sudah harga tinggi. Namun, tetap kami akan pantau dan telusuri dengan cara kami akan bentuk tim untuk memantau sejumlah harga di Pasar Inpres Pendopo,” terangnya seraya berkata bahwa bawang putih dan bawang merah di pasar Inpres Pendopo banyak dipasok dari Kota Palembang.
Diberitakan sebelumnya, harga bawang putih dan bawang merah di Pasar Inpres Pendopo sudah hampir dua pekan mengalami kenaikan yang signifikan.
Di mana sebelumnya, harga komoditas yang sering digunakan oleh ibu rumah tangga untuk memasak hanya Rp25 ribu per kilogram. Namun saat ini harganya melonjak hampir tiga kali lipat yakni seharga Rp60 ribu per kilogram. (adj)











