Kayuagung, Sumselupdate.com – Direktur Rumah Sakit Pratama Lempuing, dr Tito Aristian memberikan apresiasi kepada warga yang ada di desa dalam Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), atas deklarasi Gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Kecamatan Lempuing, kemarin.
“Kami menyambut hangat dan memberikan apresiasi kepada masyarakat Lempuing yang melaksanakan deklarasi Gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), yang dilaksanakan Dinas Kesehatan OKI,”ujar dr Tito saat dihubungi Sumselupdate.com, via ponsel, Rabu (11/12/2019).
Dijelaskannya, kegiatan ini sangat baik sekali sebab dapat mendorong masyarakat meninggalkan perilaku berisiko melalui peningkatan sanitasi yang layak. Sebab kata dia, ada empat kategori penyakit yang terkait dengan air.
Yakni, pertama, air minum yang mengandung patogen mengakibatkan penyakit diare. Kedua, kurangnya air higienis untuk mandi dan mencuci menyebabkan penyakit jamur atau kudis. Ketiga, bibit penyakit yang memiliki siklus hidup melalui air seperti Schistosomiasis.
Dan keempat, vektor yang hidupnya bergantung pada air, seperti malaria dan demam berdarah.
Lebih lanjut dikatakannya, bahwa hasil kajian tentang kualitas air minum di Indonesia adalah masih banyak masyarakat yang mengambil air dari permukaan atau air tanah yang mengandung bakteri E coli karena tercemar oleh tinja manusia.
Dampaknya, biaya tinggi harus dikeluarkan untuk mengolah air tersebut sehingga layak minum. Kemudian, sanitasi buruk juga menimbulkan dampak, seperti mengakibatkan stunting atau pendek. Indonesia merupakan negara dengan stunting terbesar kelima di dunia.
Selain kegiatan Deklarasi Gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Lempuing juga dilaksanakan peresmian Puskesmas di Desa Bumiarjo Lempuing oleh Bupati OKI, Iskandar SE. (ban)











