Laporan: Novrico Saputra
Lahat, Sumselupdate.com – Hanya karena persoalan asmara, empat gadis yang masih di bawah umur di Kota Pagaralam, nekat menyelesaikannya dengan adu otot pada pertengahan Maret lalu.
Satu anak gadis jadi bulan-bulanan dari tiga gadis lainnya yang merasa tidak senang dengan perbuatan korban yang dinilai ikut campur dengan urusan percintaan salah satu dari tiga pelaku.
Beruntung permasalahan yang ditangani oleh Polres Pagaralam ini cepat ditindaklanjuti.
Melalui undangan pihak penyidik, Balai Pemasyarakatan Kelas II Lahat langsung melaksanakan Penelitian Kemasyarakatan dan merekomendasikan diversi.
Di mana penyelesaian perkara dari proses peradilan dialihkan ke proses di luar peradilan pidana.
Tepatnya pada Kamis (27/5/2021), dilakukan proses musyawarah atau mediasi dalam rangka pelaksanaan diversi.
Proses mediasi ini dihadiri oleh Pembimbing Kemasyarakatan Muda Bapas Lahat, Sarnudi dan diawasi langsung oleh PK Madya Bapas Lahat, Rudi Iskandar, bersama pihak penyidik Polres Pagaralam, pekerja sosial dan pihak-pihak terkait.
Semuanya dipertemukan dalam satu ruangan di Polres Pagaralam guna menyelesaikan persoalan antara pelaku dan korban.
Hingga didapatkan kesepakatan damai, di mana salah satu poinnya pihak pelaku melakukan pergantian biaya pengobatan korban.
Pantauan Sumselupdate.com melalui situs resmi @BapasLahat, proses diversi berhasil dilaksanakan.
Dengan harapan masing-masing pihak, terutama pelaku bisa lebih bertanggung jawab ke depan dan tidak lagi mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari. (**)











