Dinas Perdagangan OKI Pantau Harga Sembako Ini Daftar Harganya

Sekretaris Dinas Perdagangan OKI, Legianto dan didampingi Kasi Bina Usaha Perdagangan, Juairiani.

Laporan : Syakbanudin

Kayuagung, Sumselupdate.com – Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Alamsyah melalui Sekretaris Dinas Perdagangan OKI, Legianto dan didampingi Kasi Bina Usaha Perdagangan, Juairiani mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan harga sejumlah bahan pokok (sembako) di pasar Kayuagung khususnya, secara maraton.

Read More

“Pemantauan harga sembako ini kami lakukan rutin setiap bulan dan memang sejak beberapa bulan terakhir, sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan seperti minyak goreng,” ujar Legianto, saat berbincang dengan sumselupdate.com.

Dikatakannya, kenaikan dan turunnya harga sembako dilihat dari sejak pemantauan yang dilakukan pihaknya pada bulan  Maret, Agustus, September dan Oktober.

“Untuk harga sembako jenis minyak goreng kemasan yang semula Rp14 ribu/liter kini menjadi Rp15 ribu/liter kenaikan hanya Rp1 ribu/liter. Kenaikan juga terjadi pada harga daging sapi semula Rp140 ribu/Kg kini menjadi Rp150 ribu/Kg. Harga ikan laut semula Rp28 ribu/Kg ini menjadi Rp30 ribu/Kg. Untuk harga ikan asin teri sebelumnya Rp70 ribu/Kg naik menjadi Rp100 ribu/Kg. Sedangkan untuk sembako lain masih stabil seperti beras premium Rp11 ribu/kg, tepung terigu Rp11 ribu/Kg, apel merah Rp35 ribu/kg, apel hijau 20 ribu/Kg,” urai Legianto.

Untuk harga sembako lain juga mengalami penurunan untuk jenis buah yakni anggur semula Rp60 ribu/Kg kini turun menjadi Rp35 ribu/Kg, gula tanpa merek sebelumnya Rp12,5 ribu/Kg kini turun menjadi Rp12 ribu/Kg.

Bawang merah sebelumnya harga Rp28 ribu/Kg kini turun Rp24 ribu/Kg, bawang putih semula Rp28 ribu/Kg turun menjadi Rp26 ribu/Kg, cabe besar Rp40 ribu/Kg, kini turun menjadi Rp15 ribu/Kg, cabe keriting semula Rp64 ribu/Kg kini turun menjadi 25 ribu/Kg, cabe rawit juga mengalami penurunan sebelumnya Rp65 ribu/Kg, kini turun menjadi Rp0 ribu/Kg.

Menurut Legianto kenaikan harga disebabkan harga distributor juga naik sehingga terpaksa pedagang menaikan harga sembako tersebut.

Namun, demikian kata dia, jika memang harga sembako di pasaran terus mengalami kenaikan maka pihaknya sebagai salah satu tim pengendali dan pemantau inflansi daerah akan memberikan masukan terkait harga sembako tersebut, untuk nantinya diambil langkah-langkah lain, baik operasi pasar atau akan dilakukan kebijakan lain terkait perdagangan sembako.

“Untuk stok sembako berdasarkan pemantauan hingga kini masih cukup di pasaran,” ungkapnya.

Legianto juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik jika terjadi kenaikan harga dan tidak melakukan penimbunan barang, sebab stok sembako masih aman. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.