Dilaporkan ke Polisi, Plt. Kasat Pol PP: Mereka Gagal Paham Dengan Tupoksi Kami

Plt. Kasat Pol PP PALI

PALI, Sumselupdate.com — Aswan, warga Desa Tempirai melaporkan oknum Satpol PP kabupaten PALI ke pihak Kepolisian karena tidak terima rumahnya digeledah oleh beberapa Oknum Satpol PP dengan mengatasnamakan Satgas Covid-19. Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten PALI, Zulkopli, SH menegaskan bahwa laporan yang dibuat tersebut mengada-ada.

Ia menilai laporan yang dibuat oleh pendukung paslon tersebut dengan terlapor Satpol PP kabupaten PALI tidak tepat.

Bacaan Lainnya

“Jadi kami jelaskan terlebih dahulu bahwa pada Rabu (11/11/2020) malam, digelar pemeriksaan di rumah pendukung salah satu paslon dalam rangka pemeriksaan covid-19. Dan yang turun merupakan tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 kabupaten PALI. Itu juga merupakan permintaan dari masyarakat setempat. Karena adanya kerumunan masa di tengah wabah pandemi covid-19 selama lebih dari dua hari,” kata Zulkopli, Senin (16/11/2020).

Dijelaskan Zulkopli, ada beberapa instansi yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten PALI, mulai dari BPBD, Dinas Kesehatan, Polri, TNI, DPMD, BKPSDM, serta Satpol PP dan beberapa rekan-rekan wartawan.

“Jadi pada malam itu –yang melakukan pemeriksaan–di Desa Tempirai merupakan tim Satgas Covid-19. Dimana diketahui banyak warga pendatang dari luar kabupaten PALI yang tengah bertamu lebih dari dua hari di desa Tempirai,” terang Zulkopli.

“Apalagi saat ini, kabupaten PALI masih dalam kategori zona oranye dalam penyebaran covid-19. Jadi, untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, Satgas akan ketat terhadap warga pendatang dari luar kabupaten PALI. Tentunya semata-mata hanya untuk mencegah penyebaran covid-19 di kabupaten PALI. Tidak ada unsur politik dalam kegiatan ini,” tambahnya.

Ia heran dengan pemikiran salahsatu pendukung paslon yang menganggap bahwa kegiatan razia yang dilakukan Tim Satgas sebagai bentuk intimidasi dan mengganggap oknum Satpol PP akan merampok di rumahnya.

“Kami hanya melaksanakan tugas dalam rangka menegakkan peraturan bupati (perbup) nomor 43 tahun 2020 yakni terkait penerapan protokol kesehatan dalam memutus mata rantai covid-19. Saya rasa mereka gagal paham dengan tupoksi dari Satpol PP,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan di sejumlah media online bahwa salahsatu pendukung paslon nomor urut 1, Aswan yang merupakan warga Desa Tempirai melaporkan oknum Satpol PP kabupaten PALI ke pihak kepolisian dengan nomor laporan LP : STTP/13/XI/Sat Reskrim Pali. Laporan tersebut dikarenakan Aswan tidak terima rumahnya digeledah oleh beberapa Oknum Satpol PP dengan mengatasnamakan Satgas Covid-19.

“Saya merasa tidak terima perlakuan Oknum Tim Satpol PP tersebut. Saya diperlakukan seperti seorang pejahat atau teroris Maka itu saya melaporkan perbuatan mereka ini ke Polres Pali,” jelas Aswan seperti dikutip di media online Beeoneinfo.com. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.