Baturaja, Sumselupdate.com – Selama puasa ini banyak tumpukan sampah di beberapa kawasan dalam kawasan Kabupaten OKU, padahal bukan tempat pembuangan sampah.
Pantauan dilapangan, sebagian besar sampah berasal dari kulit kelapa muda (dogan-red) yang sengaja dibuang ooknum pedagang, seperti dipinggir Jalan Nawawi Al Haj tepatnya diseputaran pasar pagi Terminal Tipe C eks lapangan upacara Korpri Baturaja.
Namun anehnya tumpukan sampah itu tidak diangkut petugas. Menurut pengakuan pedagang dogan, petugas kebersihan enggan mengangkut, khusunya sampah kulit dogan.
“Mereka ngak mau ngangkut jika ngak dibayar, kita kan jadi bingung, berdagang saja belum untung,” tutur Dek salah satu penjual dogan di wilayah Baturaja, Rabu (30/5/2018).
Sementara itu pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKU, mengaku sudah mengingatkan para pedagang.
Menurutnya, gundukan sampah itu merupakan sampah dari pedagang musiman yang berjualan selama bulan ramadhan.
“Namun masih saja ada oknum pedagang yang tidak bertanggung jawab,” Kata Kepala DLH OKU Slamet Riadi melalui Kabid Pengolahan Sampah, Brigman.
Padahal pihaknya sudah menghimbau para pedagang musiman agar membuang sampah bekas dagangan pada tempat yang telah ditentukan, hal ini untuk mempermudah petugas mengakut sampah tersebut.
“Kalau pedagang yang berjualan di seputaran taman kota mereka telah dikoordinir oleh paguyuban, jadi sampah mereka selalu dikumpulkan, tapi ada juga oknum yang membuang sampah sembarang seperti di dekat lapangan Korpri,” ujarnya.
Disebutkannya, lokasi yang dijadikan pedagang tempat membuang sampah kulit dogan tersebut dulunya merupakan tumpukan tanah material yang dibuang warga, namun lama kelamaan lokasi tersebut dijadikan tempat membuang sampah.
Namun lanjutnya pihaknya sudah sering melakukan pengusuran. “Sudah lebih dari 10 kali kita gusur namun terulang lagi,” tukasnya.
Kedepan lanjutnya pihaknya akan melakukan penggusuran kembali dengan mendatangkan alat berat. “Sekali lagi kita himbau baik pedagang ataupun masyarakat jangan lagi membuang sampah di lokasi tersebut,” tandasnya. (wid)











