Baturaja, sumselupdate.com – Beberapa warga Desa Way Heling Kecamatan Lengkiti Kabupaten OKU mendatangi kantor DPRD OKU untuk mengadukan keluh kesah mereka terkait kebijakan kepala desa mereka yang dinilai kurang bersahabat dengan warga.
Rombongan yang diketuai oleh Mantan Kepala Desa Zainal Arifin serta Kepala BPD Ahtiar diterima langsung oleh Ketua DPRD OKU Zaplin Ipani didampingi oleh Yophi Sahrudin dan Saifudin di ruangan Banmus Rabu (15/5/2019).
Zainal Arifin didampingi Ketua BPD mengaku sempat sering diancam oleh kepala desa. Ancaman itu menggunakan senjata tajam.
“Alasanya saya tidak tau, yang jelas kami merasa terancam,” jelasnya.
Selain itu Ahtiar Ketua BPD Desa Way Heling organisasi BPD kurang diterima dan kurang dimanfaatkan oleh Kepala Desa setempat. Bahkan dengan alasan yang tidak jelas Keluarga Kepala Desa sering mengancam akan membunuh siapa saja yang tidak sepaham dengannya.
“Pun begitu juga dengan anggaran APBD.Des. anggaran yang seyogyanya sebesar Rp 30 juta, namun hanya diberikan Rp 1 juta, itupun dibagikan waktu Isra Mi’raj,” kata Ahtiar.
Ahtiar juga menambahkan Kepala Desa mengabaikan Keputusan Bupati di Pasal 12 nomor 4 tahun 2011 yang menyatakan, bahan baku, sumber tenaga untuk pembangunan diharuskan diambil tenaga pribumi.
“Nah seluruhnya itu jika ada pbangunan tenaga yang dipakai semua dari luar desa,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua DPRD OKU Zaplin Ipani mengatakan, ketidak harmonisan antara ketua BPD dan Kepala Desa akan berdampak rusak ya roda perintahkan didesa tersebut.
“Kita akan panggil pihak Inspektorat untuk mengambil bagian dalam masalah ini. Karena ada pelanggaran kode etik serta pelanggaran dana desa,” kata Zaplin.
Zaplin juga mengatakan tidak menutup kemungkinan akan memanggil kepala desa dan mengagendakan rapat bersama warga, kepala desa, inspektorat, PMD dan BPKAD serta Camatnya untuk mencari jalan keluar dan solusinya.
“Kebetulan kita sekarang sedang paripurna membahas LPJ atau keuangan daerah. Bisa kita masukkan ke Pansus untuk melakukan investigasi,” pungkas Zaplin.
Terpisah Kades Way Heling yang dihububgi wartaean melalui sambubgan telepon membatah tuduhan itu, dirinya meminta siapa yang memberikan pernyataan itu.
“Saya pribadi tidak pernah mengancam, kalu memang ada silahkan lapirkan saja,” singkatnya dengan nada tinggi. (wid)











