Palembang, Sumselupdate.com – Ketua DPRD Kabupaten PALI Drs H Soemarjono memastikan bahwa program transmigrasi yang akan dilaksanakan di Desa Tempirai Barat dan Desa Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara bukan lah memindahkan kemiskinan.
Untuk itu, pihaknya meminta komitmen dari Kementerian terkait untuk mendatangkan transmigran yang memiliki kemampuan, terutama di sektor pertanian.
“Kami di DPRD setuju dengan program transmigrasi tersebut, sebab dari kementerian sudah menjamin bahwa transmigran yang bakal datang dari Pulau Jawa nanti merupakan petani yang sudah terlatih,” ujar Soemarjono usai menerima aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam HIMAPALI, Selasa (16/7/2019).
Ia juga mengaku program transmigrasi selaras dengan keinginan pemerintah yang akan menciptakan kawasan transmigrasi sebagai sentra produksi pertanian. “Untuk itu, bagi pemangku kebijakan, dalam menentukan transmigran lokal diutamakan bagi warga yang belum memiliki lahan garapan,” tambahnya.
Terkait salah satu ketakutan yang disampaikan demonstran mengenai akan muncul dampak sosial antara warga lokal dan transmigran di kemudian hari, politisi PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa heterogen.
“Serta, itu yang menjadi tanggungjawab kita bersama untuk menjaga jangan sampai terjadi konflik di kemudian hari, karena kita heterogen, namun apapun latarbelakangnya, kita sebagai Warga Negara Indonesia,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Ketua Komisi III DPRD PALI Irwan, ST mengaku banyak manfaat yang bisa diambil dari program transmigrasi.
“Akan banyak dana yang masuk ke PALI, misal 1 Kepala Keluarga (KK) mendapat bantuan Rp180 juta dari pemerintah pusat, kemudian dikali 300 KK. Serta, pembagian kuota 60% berbanding dengan 40% transmigran pendatang. Artinya jumlah kuota warga PALI lebih banyak,” kata ketua DPD Golkar PALI itu. (adj)











