Darma Budi Pimpin DPD HPJI Sumsel

Kepala Dinas PUBM dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, Darma Budhi, secara aklamasi terpilih menjadi Ketua DPD Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Sumsel periode 2020-2024.

Palembang, Sumselupdate.com – Kepala Dinas PUBM dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, Darma Budhi, secara aklamasi terpilih menjadi Ketua DPD Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Sumsel periode 2020-2024.

“Pembangunan jalan berbasis penataan ruang juga menjadi keharusan seiring dengan makin meningkatnya degradasi lingkungan dan terjadinya pemanasan global yang telah meningkatkan potensi banjir, longsor dan abrasi pantai serta kerusakan sungai-sungai,” kata Darma Budhy, yang juga Kadis PUBM-TR Sumsel

Ia menambahkan, keadaan itu menjadi tantangan para pelaku penyelenggara jalan, baik jajaran pemerintah, dunia usaha jasa konstruksi dan akademisi untuk bersama memanfaatkan forum untuk berbagi pengalaman dalam inovasi penerapan teknologi maupun pengembangan riset teknologi konstruksi.

“Tuntutan fungsi jaringan jalan makin diperkuat dengan meningkatnya persaingan  regional dan global serta berlakunya UU 22/2009 tentang lalu lintas angkutan jalan yang mengharuskan seluruh jajaran penyelenggara jalan menjamin fungsi jalan terkait dengan pelayanan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan,” jelasnya.

Ketua Pelaksana Rapat Umum Daerah (RUD) ke-6 DPD HPJI Sumsel, M Affandi mengatakan, terpilihnya Darma Budhy sebagai Ketua DPD HPJI Sumsel yang baru telah sesuai dengan SOP dan AD/ART HPJI, Terpilih secara aklamasi musyawarah mufakat.

“Terpilihnya ketua baru ini diharapkan bisa memberikam dampak positif bagi HPJI, melanjutkan program kerja dan kegiatan-kegiatan sebelumnya serta membawa HPJI menjadi lebih baik,” ujarnya.

Pimpinan Sidanh RUD ke-6 DPD HPJI Sunsel, M Yusif Usman menambahkan, HPJI yang merupakan komunitas para ahli jalan dan jembatan yang dibentuk Mei 2000 lalu sempat memgalami penundaan pemilihan ketua baruboada tahun lalu akibat pandemi Covid-19.

“Kita akan meminta struktur kepengurusan yang baru agar bisa langsung bekerja. Kita berharap HPJI Sumsel bkza tetal profesional di bidang jalan dan jembatan,” ujarnya.

Sejak awal berdiri di sumsel, HPJI memiliki jumla anggota 900-an orang, namun saat ini yang aktif sebanyak 200-orang.

“Kita juga meminta untuk pendataan ulang keanggotaan, siapa saja yang masih aktif,” tambahnya. Hal itu penting, sebab, HPJI yang merupakan asosiasi profesi ini menerbitkam sertifikat keahlian bagi para konsultan dan kontraktor. “Jika tak memiliki sertifikat keahlian tak berhak menjadi pengawas. Secara umum, HPJI memiliki peran menyertifikasi, perencanaan, pengawasan dan lainnya,” jelasnya.

Saat ini, konsultan, kontraktor yang memiliki sertifkat di Sumsel sebanyak 200-an usaha.

“Sertifikat ini seperti SIM bagi pengemudi. Meski masih ditemukan ada yang tak memiliki seertifikasi di lapangan, dikhawatirkan akan menimbulkan dampak negatif dalam pengawasan jalam dan jembatan,” tutupnya. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.