Dalam Waktu Dekat Hasil Laboratorium Limbah PT IAM Akan Diumumkan

Ribuan ikan mati di aliran Sungai Danau Cala, Kecamatan Lais, Kabupaten Muba, yang tercemar limbah.

Sekayu, Sumselupdate.com –Dalam waktu dekat hasil laboratorium dugaan  pencemaran lingkungan yang diduga dari perusahaan PT Inti Agro Makmur (IAM) akan dipaparkan kepada pihak terkait.

Setelah melakukan rangkaian verifkasi di lapangan akhirnya tim dari Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian Pengembangan (BLHPP) telah merampungkan hasil laboratorium atas limbah perusahaan yang diklaim masyarakat Desa Danau Cala, sehingga menyebabkan ribuan ikan mati secara mendadak.

”Hasil laboratoriumnya sudah ada, tetapi hasilnya akan kita sampaikan kepada pelapor serta instansi terkait. Dan akan diadakan paparan hasil tersebut dalam waktu dekat, semuanya diundang,” ungkap Firmantinus, Kabid Pengawasan dan Pengendalian pada BLHPP Muba kepada Sumselupdate.com, Kamis (28/7).

Dijelaskan Martinus, bahwasannya ada tiga laboratorium yang melakukan uji terhadap limbah yang dimaksud, yakni BLHPP Muba, kemudian dari Provinsi, dan Balai Kesehatan Palembang.

Sekadar mengingatkan pada 17 Juni 2016 lalu, limbah yang diduga dari PT IAM membuat  aliran Sungai Danau Cala, Kecamatan Lais, Kabupaten Muba, tercemar.

Akibatnya, warna air menjadi hitam pekat dan satu ton ikan mati milik masyarakat pengemin di Sungai Lelang Lebak Lebung. Belum lagi beberapa ikan di luar pengemin ikut mati.

Bukan hanya itu saja, selain ikan yang mati, limbah perusahaan juga mengakibatkan air di danau dan sungai menjadi berwarna hitam, serta menimbulkan bau yang tidak sedap.

Akibatnya banyak ikan yang mati, warga pun dirugikan hingga ratusan juta. Pemilik lelang sungai di Desa Danau Cala, Sidiq mengatakan, dalam satu hari, ikan yang mati bisa mencapai lima pikul (500 kg).

“Ini sudah berlangsung sejak satu minggu yang lalu,” ujar Sidiq.

Akibat banyak ikan yang mati tersebut, dirinya mengalami kerugian hingga Rp200 juta dan belum melakukan penjualan sekalipun karena tidak sempat melakukan panen ikan.

“Ikan besar mau pun kecil semuanya mati. Padahal harapan kita saat air surut ikan kecil dapat tumbuh menjadi besar, tapi ini semuanya mati. Kita yakin ini karena limbah, sebab kalau diputas airnya tidak bau busuk, tapi karena limbah airnya men jadi busuk,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan Suparjo. Sejak beroperasinya perusahaan di sekitar Desa Danau Cala seperti PT IAM, ekosistem sungai terutama ikan banyakyang mati. Kondisi ini sangat merugikan masyarakat.

“Tempat pembuangan limbahnya jelas sekali ke arah sungai, mereka tidak ada tempat penge lolaan limbah. Jadi kita yang dirugikan,” keluhnya.

Peristiwa kali ini, jelasnya, merupakan yang paling buruk di bandingkan tahun-tahun sebelum nya. Karena perusahaan membuang limbah dengan skala besar terutama pada waktu musim penghujan beberapa waktu yang lalu. “Tahun ini paling banyak ikan yang mati, kita rugi hingga ratusan juta.

Sementara itu, Kepala Desa Danau Cala, Nazaruddin mengatakan, selain meracuni ikan-ikan yang ada, limbah yang dibuang perusahaan membuat Danau Cala menjadi dangkal dan berbau.

“Kita sudah dua kali menyurati pihakperusahaan, namun tidak ada tanggapan sama sekali,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi II DPRD Muba H Ismail mengatakan, dirinya dan Sekretarias Komisi II yaitu Hairul Iliyasa, telah melihat langsung ke lokasi.

Di mana dari keterangan masyarakat,terdapat beberapa tempat yang digunakan perusahaan untuk membuang limbah yakni di Sungai Muara Rembeleh, Sungai Dua Kecil, Sungai Dua Besar, dan Sungai Rengas.

“Setelah melakukan survei dan melihat fakta-fakta yang ada, kami dari Komisi II akan memanggil pihak terkait, seperti PT Inti Agro Makmur, Dinas Perta nian dan Perternakan, Dinas Perikanan, dan Dinas Perkebunan. Ini sangat memprihatinkan, sebab 75% masyarakat Danau Cala memanfaatkan sungai sebagai mata pencaharian,” bebernya. (est)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.