Cegah Pungli, Ini yang Dilakukan Kadisdukcapil PALI

Selasa, 25 Oktober 2016
Kepala Disdukcapil Kabupaten PALI Rismaliza.

PALI, Sumselupdate.com – Untuk mencegah terjadinya praktik pungutan liar (pungli) di instansinya, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten PALI menginstruksikan kepada jajarannya agar tidak menerima uang dengan alasan apapun dari masyarakat yang hendak mengurus administrasi kependudukan.

Dengan tegas hal tersebut dikatakan Rismaliza, kepada sejumlah awak media, Selasa (25/10/2016). Menurutnya, adanya pungli akibat ada yang memberi dan menerimanya.

Read More

“Barusan saya rapat dengan semua pegawai dan saya tegaskan kepada seluruh pegawai tanpa terkecuali, agar jangan menerima uang dari masyarakat. Kalau ada yang terbukti, jangan salahkan bila saya lapor langsung ke pak Bupati,” tandasnya.

Risma juga mengaku bahwa dirinya sering menerima SMS dari warga yang pernah memberikan sejumlah uang ketika mengurus KTP atau kartu keluarga. Tetapi setelah ditanya, mereka (warga) memberikan uang tersebut bukan kepada pegawainya, melainkan orang lain.

“Warga bukan memberikan uang kepada pegawai di sini, melainkan kepada calo. Untuk menghindari itu, saya imbau kepada masyarakat, agar mengurus sendiri dengan datang langsung ke Kantor Disdukcapil,” jelasnya.

Diungkapkannya, selain mengimbau masyarakat untuk langsung mengurus administrasi kependudukan, pihaknya juga telah memerintahkan pegawainya untuk turun langsung ke kecamatan dan desa-desa untuk jemput bola.

“Kalau mau cepat dan gratis, urus sendiri, jangan melalui calo. Sekarang kalau memang jaraknya jauh, silakan datang ke kantor desa atau camat masing-masing, disitu sudah ada petugas kita siap melayani.Bahkan untuk perekaman KTP elektronik,” paparnya.

Disinggung adanya keluhan masyarakat atas lambatnya menerima  E-KTP, Risma menjawab bahwa ketersediaan blangko E-KTP saat ini sudah habis dan masih menunggu kiriman dari pusat.

“Bukan di sini saja, mungkin hampir semua daerah. Kita tidak bisa berbuat banyak, karena blangko E-KTP langsung dari pusat. Jadi saya harap masyarakat bersabar,” harapnya.

Dibeberkannya, bahwa saat ini di Kabupaten PALI, tinggal 4 persen lagi atau sekitar 4.000 warga yang belum melakukan perekaman. Serta untuk yang sudah melakukan perekaman, namun belum dicetak ada sekitar 6.000 warga.

“Target kita pasti selesai akhir tahun ini. Namun untuk pencetakan E-KTP tergantung blangkonya. Kalau ada, untuk ngurus KTP, tidak sampai satu hari bisa selesai. Sekali lagi saya harap masyarakat bersabar, yang penting sudah melakukan perekaman,” tutupnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts