Camat Kalidoni, Sulap Sampah Plastik Jadi BBM

Senin, 7 Mei 2018
Camat Kalidoni Hari Wijaya.

Palembang, Sumselupdate.com – Sampah plastik yang merupakan jenis limbah yang sangat sulit untuk diurai menjadi permsalahan di kota-kota besar termasuk juga Palembang. Tetapi hal tersebut tidak berlaku di Kecamatan Kalidoni yang memanfaat sampah pelastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Permasalahan sampah seakan tidak ada habisnya ini membuat Hari Wijaya selaku camat Kalidoni tidak tinggal diam banyak upaya yang dilakukan agar sampah bisa di daur ulang sehingga memiliki nilai guna.

“Masalah sampah anorganik yang menjadi paling besar adalah bungkus plastik, setelah melalukan banyak percobaan untuk sampah pelastik yang semula tidak bernilai. Kemudian kita carikanlah solusinya yaitu mesin pirolisis yang mengubah plastik menjadi bahan bakar minyak(BBM),” ungkapnya Senin (7/5/2018).

Ditambahkanya, untuk saat ini kapasitas mesin pengolah plastik yang dimiliki Kecamatan Kalidoni ini hanya bisa menampung 5 kg untuk edukasi terlbih dahulu, “Dari 5 kg dapat menghasilkan BBM 5 liter dengan pembagian 60% menjadi solar, 25% minyak tanah kemudian sisanya menjadi premium. Ke depannya, kita akan menambah kapasitas yang 50 kg dibandrol dengan harga sekitar 95 juta,” ungkapnya dalam acara sosialisasi sampah bantaran sungai, oleh Pemko Palembang yang bertempat di hotal Grand INA.

Untuk saat hasil BBM yang di dapat dari limbah Pelastik belum bisa di pasarkan karena berkapasitas kecil, dengan nilai oktan yang sudah sama dengan BBM yamg ada di SPBU tidak menutup kemungkinan akan dipasarkan jika di dukung dengan kapasitas mesin yang lebih besar.

Sekda Kota Palembang Harobin Mustofa mengatakan, sosialisasi ini untuk mengajak masyarakat untuk peduli terhadap sampah agar bermanfaat.

“Dari 18 kecamatan di Kota Palembang hanya kecamatan kalidoni yang baru mensosialisasikan hal seperti ini, saya bangga terhadap kinerja kecamatan kalidoni walaupun camatnya baru tapi beliau inovatif dan kreatif, dan para camat lain harus seperti itu,” ujarnya.

Ungkapnya Palembang yang sudah 11 kali mendapat piala adipura, tetapi masalah sampah sampai saat ini belum tuntas, ini peran semua, karena sampah sangat berpengaruh lapisan masyarakat karena menyangkut kesehatan manusia dan berdampak pada lingkungan sekitar. (syd)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts