Calon Ketua KONI Sumsel Harus Layak Dan Memungkinkan Dalam Mengatasi Persoalan Anggaran

Sabtu, 29 Juni 2019
Plt Ketua KONI Sumsel, Dhennie Zainal saat membuka sesi pertama dalam Ngobrol Pintar atau Ngopi yang digelar Siwo PWI Sumsel di Sekretariat PWI Sumsel di Jalan Supeno Palembang, Sabtu (28/6/2019).

Palembang, Sumselupdate.com – Persaingan calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan (Sumsel) cukup ketat.

Namun untuk menjadi Ketua KONI Sumsel harus layak dan memungkinkan dalam mengatasi persoalan di organisasi olahraga ini.

Read More

Pernyataan ini dikemukakan Plt Ketua KONI Sumsel, Dhennie Zainal saat membuka sesi pertama dalam Ngobrol Pintar atau Ngopi yang digelar Siwo PWI Sumsel di Sekretariat PWI Sumsel di Jalan Supeno Palembang, Sabtu (28/6/2019).

Dalam Ngopi ini dimoderatori Ketua Siwo PWI Sumsel Kawar Dante dan dihadiri Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sumsel H Kurnati Abdullah, Ketua Pengprov Indonesia Woodball Sumsel Hj Sunnah NBU, SH, MH, Ketua Bidang Organisasi KONI Sumsel H Asdit Abdullah, Wakil Ketua Bidang Litbang KONI Sumsel Zulpani M Ropi.

Menurut Dhennie, kreteria seorang Ketua KONI Sumsel yang layak dan memungkinkan dalam menalangi anggaran yang dihadapi atlet dan organisasi.

Peserta Ngobrol Pintar atau Ngopi yang digelar Siwo PWI Sumsel di Sekretariat PWI Sumsel di Jalan Supeno Palembang, Sabtu (28/6/2019).

Sementara itu, Ketua Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PABSI) Hendri Zainudin mengatakan,
persoalan yang dirasakan di KONI Sumsel banyak non teknis dibandingkan persoalan teknis.

Menurut Hendri, persoalan non teknis semisal mau berangkat untuk suatu kejuaraan terbentur masalah non teknis.

“Para atlet kalau mau try out dia sudah mikir apakah KONI Sumsel ada dana atau tidak,” katanya.

Maka dari itu, seorang calon Ketua KONI Sumsel harus mencari jalan keluar dari persoalan non teknis.

Dikatakannya, jika dipercaya menjadi Ketua KONI Sumsel akan meluncurkan program KONI Mendengar.

Dalam program ini akan mengumpulkan seluruh Pengprov dan atlet untuk mendengar keluhan dan aspirasi untuk dicarikan jalan keluar.

Program lain menurut dia, setiap KONI kabupaten dan kota diberikan dana Rp100 juta setiap tahun.

Sedangkan Ketua KONI Palembang Suparman Romans lebih menyoroti mengenai membangun sistem.

Menurutnya, apalah artinya punya gagasan namun tidak dibarengi dengan sistem.

“Kalau saya mengkritisi KONI Sumsel ibarat jeruk makan jeruk karena saya bagian dari KONI. Maka dari pemilihan calon Ketua KONI Sumsel harus kita ciptakan seperti festival bukan sebuah kompetisi yang nanti menimbulkan friksi-friksi nantinya,” ujarnya.

Dikatakannya, ada beberapa kreteria menjadi seorang Ketua KONI Sumsel, yakni tidak hanya memiliki materi mumpuni, namun bisa membangun sistem untuk memajukan organisasi olahraga terbesar di Sumsel.(hyd)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts