Martapura, Sumselupdate.com – Bupati OKU Timur, HM Kholid Mawardi, S Sos, MSi, ketika memimpin gotong royong pada, Jumat (2/3/2018) mengatakan, Pemkab OKU Timur berusaha membangkitkan kembali tradisi gotong royong.
Harapan dan inisiatif untuk gotong royong harusnya terlahir dari masyarakat, namun ternyata masyarakat jika tidak dibangunkan tidak bangun-bangun.
”Pagi ini kami coba bangunkan kembali, awal 2017 sudah sempat bangun tapi hanya satu bulan kemudian ‘tidur’ lagi,” ujarnya.
Tradisi gotong royong di masyarakat ada, akan tetapi di area perumahan dan perkantoran masih kurang adanya kepekaan terhadap lingkungan dan juga pegawainya susah diajak bergotong royong.
Di lain tempat sudah bagus hanya saja yang masih ada yang kurang, dikarenakan banyaknya orang baru berdatangan yang memilih bertempat tinggal di sini dan tidak membaur.
Pada intinya Pemkab OKU Timur melestarikan kembali budaya bergotong royong, sebab dengan adanya kegiatan gotong royong akan menghasilkan lingkungan yang lebih baik dan bagus lagi.
“Kita harus memliliki lingkungan bersih, karena dari situlah pikiran jerning dan ide-ide juga gagasan terlahir,” imbau Kholid.
Namun, terkadang dilupakan untuk momennya, terkesan saat ada kunjungan saja atau ketika ada penilaian baru gotong royong, seharusnya gotong royong sudah menjadi tradisi di lingkungan masing-masing, sebab karakterisitik masyarakat Indonesia ialah mempunyai sifat bekerja sama atau bergotong royong.
“Bagi pegawai yang sulit diajak untuk gotong royong dilingkungan kantor prilaku itu musti diubah”, Tegasnya
Ditambahnya, “Kemungkinan tahun ini akan ada penilaian dari tim adipura, tahun kemarin sengaja saya lepaskan karena ada titik-titik tertentu tidak bisa dipaksakan tapi harus sesuai dengan kenyataan, sebenarnya bisa dilakukan akan tetapi saya tidak ingin, lebih baik mundur selangkah tapi majunya lebih cepat” imbuh Kholid. (Mat)











