Laporan: Diaz Erlangga
Palembang, Sumselupdate.com – Serentak satu Indonesia, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui Unit Usaha Syariah (UUS) bekerjasama dengan BP Tapera melangsungkan Akad Massal KPR Syariah sebanyak 2.300 unit, Selasa (26/09/2023).
Dimana gelaran akad massal itu secara terpusat dilangsungkan dipusatkan di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Palembang, Sumatera Selatan.
Direktur Consumer Bank BTN Hirwandi Gafar menjelaskan akad massal KPR Syariah ini dalam rangka mendukung program sejuta rumah.
“Akad Massal KPR Syariah juga dalam rangka memperingati satu tahun KPR Tapera Syariah. Bank BTN termasuk BTN Syariah ingin terus menjadi bagian penting pemerintah dalam mensejahterakan rakyat dalam mewujudkan rumah yang layak huni,” ujar Hirwandi Gafar Selasa (26/9/2023).
Menurut Hirwandi, akad massal KPR Syariah yang dilangsungkan ini guna memberikan pengenalan lebih mendalam terhadap masyarakat tentang KPR BTN Syariah.
Dimana untuk gelaran perdana ini akad massal KPR Syariah ini diikuti 32 Kantor Cabang Syariah (KCS) se-Indonesia.
“Target akad KPR Syariah adalah minimal 1.700 unit KPR Subsidi dan minimal 600 unit KPR Non Subsidi. Sehingga total akad serentak KPR Syariah Bank BTN adalah minimal sebanyak 2.300 unit,” katanya.
Untuk tahun ini saja, BTN Syariah akan menyalurkan pembiayaan syariah sekitar 45.750 unit yang terdiri dari 35.150 KPR Syariah Subsidi dan 10.600 KPR Syariah Non Subsidi.
“Dengan syarat yang mudah dan proses yang cepat, diharapkan target tersebut dapat tercapai pada tahun 2023 ini,” tegasnya.
Hirwandi menegaskan, BTN Syariah akan tetap fokus melayani seluruh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di berbagai segmentasi yang ingin memiliki rumah bersubsidi pemerintah melalui program KPR Sejahtera FLPP dan KPR Tapera Syariah.
Dia mengungkapkan, BTN Syariah memiliki kepedulian tinggi untuk keberlanjutan berbagai program pemerintah termasuk program perumahan rakyat.
Untuk itu, pelaksanaan Akad KPR Massal yang BTN Syariah lakukan serentak di seluruh Indonesia merupakan wujud nyata dalam mendukung keberlanjutan program perumahan rakyat.
“Dukungan BTN Syariah terhadap keberlanjutan program perumahan rakyat salah satunya dengan terus berupaya meningkatkan pelayanannya sampai kepada sektor informal yang ingin memiliki rumah melalui kerjasama dengan organisasi seperti PP Muhammdiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan lainnya,” pungkas Hirwandi.
Sementara itu, Komisioner BP Tapera Adi Setianto mengatakan, BP Tapera telah menyalurkan pembiayaan syariah yang bersumber dari dana FLPP tahun 2022 sebanyak 42.237 unit senilai Rp4,62 triliun dan per 15 September 2023 sebanyak 31.299 unit senilai Rp3,46 triliun.
Khusus untuk Sumatera Selatan, telah tersalurkan sebanyak 2.085 unit yang terdiri dari 213 perumahan, 133 pengembang, 2 bank, di 10 kota/kabupaten.
Sedangkan untuk pembiayaan syariah yang bersumber dari dana Tapera, sejak tahun 2021 hingga 2023, dimana yang telah merealisasikan akad sebanyak 1.660 unit rumah.
“Kami berharap masyarakat di provinsi Sumatera Selatan bisa memanfaatkan program pembiayaan perumahan untuk rumah Tapera ini, karena rumah Tapera adalah rumah yang berkualitas, dihuni dan tepat sasaran,” ungkap Adi Setianto.
Menyambung itu Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna sendiri mengakui bahwa pembiayaan perumahan syariah di Indonesia sendiri baru mencapai 10 persen.
Padahal menurut dia, potensi masyarakat Indonesia yang mayoritas adalah muslim, tentu semestinya angka realisasi dapat lebih tinggi.
“Ini anomali yang terjadi di Indonesia, padahal dengan penduduk muslim yang mencapai 90 persen seharusnya pembiayaan perumahan syariahnya bisa lebih dari 10 persen. Angka ini yang harus bisa kita balik ke depannya,” ujarnya.
Herry juga meminta kepada stakeholder terkait agar lebih mensosialisasikan pembiayaan perumahan syariah serta memodifikasi aturan-aturannya agar tidak lagi dinilai sama dengan pembiayaan konvensional.
Bersaman dengan pelaksanaan akad massal KPR Syariah ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BP Tapera dan UIN Raden Fatah Palembang berupa kerjasama untuk memberikan fasilitas perkreditan rumah.
Terpisah Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr Nyayu Khodijah, S.Ag, M.Si mengapresiasikan kerjasama antara BP Tapera dan UIN Raden Fatah Palembang.
Menurutnya, dengan adanya kerjasama ini juga menunjang kesejahteraan bagi pegawai formal dan informal yang ada di UIN Raden Fatah Palembang untuk dalam memenuhi kebutuhan primer.
“Luar biasa bagi kami, karena kita paham bahwa rumah atau tempat tinggal itu adalah salah satu kebutuhan primer. Ini tentu sangat membatu institusi kami seluruh pegawai kami baik ASN maupun non-ASN dapat segera diakomodir,” tandasnya. (**)











