BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun, Transformasi Bisnis Diperkuat hingga Pagaralam

Writer: - Jumat, 4 September 2026
Gedung kantor pusat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) di Jakarta. BRI menempati peringkat ketiga perusahaan dengan pendapatan terbesar dalam Fortune Indonesia 100 edisi 2026 sekaligus menjadi perusahaan perbankan dengan peringkat tertinggi dalam daftar tersebut. (Foto; Sumselupdate.com/Suara.com)

Pagaralam, Sumselupdate.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat transformasi bisnis untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Hingga Triwulan II 2026, langkah transformasi tersebut turut menopang kinerja perseroan dengan laba bersih mencapai Rp31,2 triliun.

Laba bersih tersebut tumbuh 17,5 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Read More

Kinerja positif tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Hery mengatakan, di tengah dinamika ekonomi dan ketidakpastian global yang masih tinggi, BRI mampu mempertahankan momentum pertumbuhan, memperbaiki kualitas aset, sekaligus memperkuat profitabilitas.

“Transformasi yang kami jalankan secara konsisten sejak manajemen baru hadir di BRI mulai menunjukkan hasil yang positif. Kami melakukan penguatan dari sisi bisnis, budaya dan efisiensi, digitalisasi, hingga manajemen risiko yang tetap kuat. Transformasi ini membuat BRI semakin produktif dan mampu menjaga pertumbuhan secara sehat,” ujar Hery.

Menurut Hery, pertumbuhan berkelanjutan tidak semata-mata diukur dari besarnya laba yang dihasilkan. Kualitas pertumbuhan juga menjadi perhatian utama perseroan.

Karena itu, BRI terus mendorong ekspansi bisnis secara selektif dan prudent, menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat tata kelola dan manajemen risiko di seluruh lini bisnis.

Melalui BRIVolution Reignite, BRI menjalankan dua agenda besar secara simultan, yakni memperkuat pendanaan serta memperbaiki bisnis inti yang telah berjalan sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru.

Dari sisi pendanaan, BRI berfokus memperbesar basis dana murah dan transaksional melalui pendekatan berbasis ekosistem.

Strategi tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan berbagai kanal digital, mulai dari akuisisi merchant, peningkatan transaksi melalui BRImo dan QRIS, hingga pengembangan BRILink Agen.

Pada saat yang sama, BRI terus memperdalam penetrasi pada klaster bisnis, mengintegrasikan value chain, serta mengoptimalkan One BRI Solution.

Sementara pada bisnis inti, BRI melakukan revamp terhadap segmen mikro yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama perseroan.

BRI juga mulai membangun sumber pertumbuhan baru melalui optimalisasi potensi value chain dan ekosistem, penyempurnaan product value proposition dan targeting untuk mengakuisisi nasabah berkualitas, serta perluasan layanan bullion bank melalui sinergi BRI Group.

Penguatan transformasi tersebut turut tercermin dari kinerja keuangan BRI hingga Triwulan II 2026.

Total aset BRI mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen yoy. Penyaluran kredit tumbuh 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7 persen yoy.

BRI tidak hanya mengejar peningkatan volume DPK, tetapi juga terus memperkuat kualitas pendanaan melalui peningkatan rasio CASA.

Dari sisi efisiensi, Cost of Fund (CoF) secara bank only turun dari 3,0 persen menjadi 2,4 persen. Sementara Cost to Income Ratio (CIR) membaik dari 41,9 persen menjadi 39,2 persen.

Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan. Rasio Non-Performing Loan (NPL) turun dari 3,0 persen menjadi 2,9 persen, sedangkan Cost of Credit (CoC) membaik dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen.

Penguatan fundamental tersebut turut menopang kemampuan perseroan menghasilkan imbal hasil yang solid.

ROA BRI tetap terjaga di kisaran 2,7 persen, sementara Return on Equity (ROE) meningkat dari 16,6 persen pada Triwulan II 2025 menjadi 18,8 persen pada Triwulan II 2026.

Di tingkat daerah, transformasi dan penguatan bisnis BRI tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan perbankan serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Pimpinan Cabang BRI Pagaralam Agustian Siburian mengatakan, kinerja positif BRI secara nasional menjadi bagian dari komitmen perseroan untuk terus memperkuat layanan perbankan hingga ke daerah, termasuk Kota Pagaralam.

Menurut Agustian, penguatan transformasi digital, peningkatan kualitas layanan, serta dukungan terhadap pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.

“BRI terus berkomitmen memberikan layanan perbankan yang semakin mudah, cepat dan dekat dengan masyarakat. Di Pagaralam, kami juga terus mendorong pengembangan sektor UMKM dan ekonomi kerakyatan melalui berbagai produk dan layanan BRI,” ujar Agustian.

Ia menambahkan, transformasi yang dilakukan BRI tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga bagaimana kehadiran perseroan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan dan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat. Karena itu, kami akan terus memperkuat layanan serta mendukung pelaku usaha agar dapat berkembang dan naik kelas,” katanya.

Menurut Agustian, keberadaan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah. Karena itu, akses terhadap layanan keuangan dan pendampingan menjadi salah satu bagian yang terus diperhatikan BRI.

Komitmen terhadap ekonomi kerakyatan tersebut sejalan dengan peran BRI secara nasional dalam mendukung berbagai agenda pembangunan dan inklusi ekonomi.

BRI aktif menjadi mitra pemerintah melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), FLPP, dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Selain itu, BRI juga menyalurkan berbagai bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Sembako Stimulus dan BLTS Kesra.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya BRI memperluas dampak ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

Hery menegaskan, meski terus menjalankan transformasi, DNA BRI tetap sama, yakni tumbuh bersama ekonomi kerakyatan Indonesia.

“Bagi BRI, mendukung program pemerintah dan menjaga kualitas aset bukanlah dua hal yang bertentangan. Justru keduanya harus berjalan bersama agar pertumbuhan yang kami hasilkan hari ini dapat menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” kata Hery.

Ia juga menegaskan bahwa UMKM tetap menjadi bagian utama dari bisnis BRI.

“UMKM akan tetap menjadi core business BRI,” tegasnya.

Dengan fundamental yang semakin kuat dan arah transformasi yang semakin jelas, BRI optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ke depan.

Transformasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kinerja perseroan, tetapi juga semakin memperluas kontribusi BRI dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, termasuk melalui penguatan UMKM dan layanan perbankan di daerah seperti Pagaralam.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts